MalangPost - Tengah Malam Dewanti Sisir Tempat Cangkrukan

Minggu, 09 Agustus 2020

  Mengikuti :

Tengah Malam Dewanti Sisir Tempat Cangkrukan

Senin, 06 Jul 2020, Dibaca : 3534 Kali

BATU   - Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko turun jalan, memimpin langsung pelaksanaan rapid test  Sabtu (4/7/2020) hingga Ahad (5/7/2020) dini hari.  Ada tiga lokasi yang disisir Walikota Dewanti Rumpoko.

Di antara daerah tersebut adalah kawasan Alun-alun Kota Batu dan Cafe Omah Kumpul. Selain itu Pasar Laron di kawasan Jalibar, Oro - Oro Ombo, Kota Batu.

Kala menyisir tiga tempat cangkrukan dan keramaian itu, Wali Kota Dewanti didampingi Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama SIK MIK dan  Pabung Kodim 0818 Mayor Arm Choirul Effendy serta  petugas Gugus Covid-19. 

Aksi Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Batu tersebut memang tak hanya menyapa masyarakat di tiga lokasi. Mereka juga melakukan rapid test. 

Para pedagang dan pengunjung di tiga lokasi itu ‘disisir’ untuk menjalani rapid test. Mereka yang harus menjalani tes Covid-19 itu utamanya adalah yang tidak memakai masker dan pengunjung dari luar Kota Batu. 

Untuk kawasan Alun-alun ada 16 orang yang di-rapid test. Sedangkan  di Kafe Omah Kumpul, dua orang. Sementara di Jalan Jalibar, Oro-Oro Ombo ada 19 orang.

 

Mereka berasal dari daerah luar Kota Batu. Misalnya  dari Surabaya, Nganjuk, Pasuruan.  Disamping itu, Sidoarjo, Kota Malang dan Kabupaten Malang. 

Menurut Walikota Dewanti hasil rapid test mereka nonreaktif. "Alhamdulillah tidak ada yang reaktif," kata dosen Unmer ini. 

Dijelaskan dia bahwa wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu 95 persen memakai masker. Meski begitu, dia menegaskan jika akan terus berpatroli untuk mengontrol dan mendisiplinkan masyarakat.

Itu karena, lanjut wali kota perempuan pertama di Malang Raya ini, menurut Gubernur Jatim 70 persen masyarakat tidak disiplin menggunakan masker. "Tapi alhamdulillah untuk Kota Batu sudah jauh  lebih baik," katanya.

Untuk itu dia meminta kesadaran masyarakat  tetap disiplin.  Terutama dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan. 

Bahkan kata wali kota yang akrab disapa Bu De ini, pusat-pusat keramaian akan dijaga beberapa personel dari TNI/Polri dan Satpol PP. Mereka bertugas mengingatkan masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. 

Para pedagang kata dia  juga diminta tak hanya pakai masker. Namun juga menggunakan face shield.  "Saya sudah bilang ke Pak Eko Suhartono, Kepala Diskoperindag, bagi pedagang yang ketahuan tidak menggunakan masker agar ditegur," tagasnya.

Sementara itu Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama mengatakan jika membagikan 500 masker saat patroli mendampingi Walikota Dewanti. Itu dilakukan  sebagai upaya mendukung gerakan Jatim Bermasker, Jatim Sehat.

 

"Ini tetap terus kami gelorakan. Sebab masih diketahui ada masyarakat yang habis makan atau rokokan maskernya tidak dipakai kembali," katanya. 

Karena itu kata dia, edukasi pencegahan Covid-19 akan terus dilakukan pada masyarakat. Sehingga wabah virus mematikan itu bisa segera teratasi. "Apalagi Kota Batu dari zona merah sudah mau masuk menjadi Zona Hijau ," pungkasnya. (jih) 

Editor : Redaksi
Penulis : Jihan