Terancam Saksi Lagi

Minggu, 20 Oktober 2019

Minggu, 15 Sep 2019, dibaca : 9870 , parijon, stenly

ULAH SUPORTER: Panpel Arema FC terancam sanksi lagi akibat ulah pelemparan saat laga melawan Borneo FC.

MALANG – Lagi-lagi Arema FC terancam sanksi denda. Hal ini bisa terjadi setelah oknum suporter kembali melakukan aksi pelemparan ke arah lapangan dalam pertandingan melawan Borneo FC, Jumat (13/9) lalu. Aksi tersebut buntut kekecewaan dari kepemimpinan wasit dalam pertandingan yang berkesudahan 2-2 tersebut.
“Kali ini flare dan sejenisnya tidak ditemukan, tetapi masih saja ada pelemparan. Ada beberapa suporter yang tak bisa menahan diri, karena wasit yang tak konsisten dalam memberikan keputusan, sehingga membuat kecewa,” kata Ketua Panpel Arema, Abdul Haris.
Haris menyebutkan wasit memang tidak konsisten, seperti yang disampaikan oleh Pelatih Arema Milomir Seslija setelah pertandingan. Beberapa keputusan wasit Asep Yandis merugikan Arema, terutama di babak kedua. Kemudian, setelah peluit panjang ditiup wasit, lemparan mulai terjadi.
Sebagai ketua panpel, Haris mengaku menyesalkan hal ini terulang lagi dan lagi. Sebab, sebelumnya, sanksi berupa denda yang harus dibayarkan manajemen Arema karena ulah oknum suporter sudah mencapai Rp 545 juta.
Kali terakhir, saat melawan PSIS Semarang, denda sebesar Rp 45 juta diterima Arema. Menurutnya, denda sebanyak itu pasti memberatkan bagi finansial klub seperti Arema. Seharusnya, jumlah denda yang sudah sangat besar itu menjadi warning agar tidak ada lagi tindakan melanggar regulasi yang dapat menimbulkan sanksi atau pun denda dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
“Kami prihatin kejadian ini terulang lagi dan lagi. Karenanya, saya mohon kepada Aremania, apa pun hasil pertandingan, harus dapat menahan diri. Jangan terjadi lagi pelemparan atau melakukan tindakan lain yang bisa berakibat sanksi yang merugikan klub,” imbuhnya.
Sementara, Haris mengakui, Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan sudah dipenuhi oleh Panpel Arema. Mereka sudah berbuah segala cara agar flare, smoke bomb, kembang api, dan benda-benda yang bisa dilempar ke lapangan, seperti air minum kemasan botol dan kotak agar tak bisa masuk ke stadion.
 “Kami sudah melakukan sosialisasi, bahkan membuat papan peringatan di tiap pintu masuk tribun. Kami ingatkan bahwa denda ini sudah terlalu besar. Namun kenyataannya masih ada saja yang tak bisa menahan diri. Memang semua itu ada aksi dan reaksinya, salah satunya adalah kepemimpinan wasit yang tak konsisten. Tetapi kami berharap suporter juga menagan diri, karena efeknya sudah jelas sanksi," tandas dia. (ley/jon)



Selasa, 24 Sep 2019

Tertekan Nyanyian Aremania

Loading...