MalangPost - Terdampak, Pilih Jualan di Jalan

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Terdampak, Pilih Jualan di Jalan

Kamis, 28 Mei 2020, Dibaca : 1041 Kali

MALANG - Demi bertahan hidup di tengah Covid-19 dan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), usaha bakpia Tugu Jogja yang ada di Malang memilih jualan di pinggir jalan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya demi menjaga penghasilan usaha.


Headstore Bakpia Tugu Jogja Cabang Malang Bhayu A. Syahendra ketika ditemui Malang Post di Pasar Besar Kota Malang mengatakan, akibat adanya Covid-19 serta pemberlakuan PSBB usaha yang bergerak di bidang bakpia sangat merasakan dampaknya. Sebab katanya, yang menjadikan usaha bakpia bisa laris terjual apabila pariwisata di wilayah Kota Malang dibuka.
"Sekarang kami dari anak usaha bakpia Tugu Jogja yang ada di wilayah Kota Malang lebih memilih berjualan keluar di jalanan. Seperti di dekat pasar untuk bisa menawarkan secara langsung kepada orang yang ingin berbelanja," ungkapnya, Kamis, (28/5).


Lebih lanjut Bhayu menambahkan, sebenarnya dengan adanya ramadan serta Hari Raya Idul Fitri bisa menjadi lahan pendapatan yang paling besar. Namun kata dia, dengan adanya Covid-19 dan PSBB, menjadi sulit.
"Sekarang kita sebagai usaha kecil-kecilan harus tetap berusaha mengadakan jualan keliling di pinggir jalan. Serta menggunakan teknologi yang ada. Seperti media sosial untuk tempat jualan, karena konsumen kita yang mencari sendiri. Berbeda dari sebelumnya konsumen bisa langsung ke toko bakpia Tugu Jogja," tambahnya.


Bhayu juga berharap, dengan adanya kebijakan baru pemberlakuan New Normal bisa menjadi solusi bagi usaha-usaha kecil kembali buka berjualan. Dikarenakan apabila PSBB terus dilakukan bisa jadi ekonomi usaha kecil akan bangkrut. Tapi, di lain sisi PSBB serta physical distanting bisa menjadi cara yang paling efektif dalam mengurangi penyebaran Covid-19.
"Harapannya dengan adanya New Normal yang ingin diterapkan pemerintah Kota Malang semoga bisa membangkitkan kembali ekonomi usaha kecil. Dikarenakan, selama adanya Covid-19 memang sangat terpuruk penghasilannya," harapanya.


Hal senada juga disampaikan, Samsul Arifin yang juga sebagai pembeli bakpia Tugu Jogja. Dirinya merasa kasihan bagi usaha-usaha seperti bakpia atau oleh-oleh yang tidak bertahan lama. Dikarenakan, sumber penghasilannya tentu dari orang yang masuk dari luar Kota Malang.
"Saya juga sebagai masyarakat biasa tentunya juga merasakan dampak Covid-19, tapi saya lebih merasa kasihan aja sama teman-teman yang punya usaha di bidang oleh-oleh. Dikarenakan tidak bisa dipasarkan secara langsung di tempat masing-masing," pungkasnya (mg2/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Asra Bulla