MALANG POST - Terjun Payung Atasi Takut

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Terjun Payung Atasi Takut

Sabtu, 14 Mar 2020, Dibaca : 1569 Kali

TERJUN payung memberikan banyak manfaat bagi Indy Della Safira. Menjadi penerjun membuat prajurit TNI AU berpangkat Serda ini mampu mengelola rasa takut yang dimiliki.
“Dulu saya takut sekali dengan ketinggian. Bahkan saat terjun pertama, saya sampai nangis,’’ katanya. Sebelum jadi penerjun, wanita asal Dusun Lowoksuru, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang  ini mengaku takut ketinggian.


Karena itu juga alumni  SMAK Cor Jesu, Malang
Awalnya ia sempat ragu-ragu saat mendapat penugasan ikut seleksi pendidikan Terjun Bebas Olahraga (TBO) di Pusdiklat Paskhas Bandung.  “Namun saya berpikir, jika terus menerus merasa takut, maka saya tidak bisa berkembang. Saat itu, atas dukungan teman-teman dan keluarga, saya memutuskan ikut seleksi tersebut,’’ kata gadis yang sempat kuliah di Poltekes, Malang ini.


Saat ikut seleksi, Indi ternyata lulus. Dia kemudian mengikuti pendidikan selama dua bulan. Satu bulan pertama  teori. Kemudian satu bulan berikutnya praktik.  “Pertama terjun, ya itu nangis, takut sekali. Takut kalau parasut tidak mengembang. Beruntung saat itu ada instruktur yang mendampingi, sehingga rasa takut sedikit mereda,’’kenangnya.
Setelah beberapa kali latihan, alumnus SMAK Cor Jesu Malang ini berhasil menepis sedikit demi sedikit rasa takutnya. Bahkan setelah sembilan kali terjun, Indy terpilih sebagai salah satu atlet terjun payung TNI AU. “Ya senang juga. Bagaimana tidak, awalnya takut ketinggian yang amat sangat kemudian menjadi atlet,’’ katanya sembari tersenyum.


Wanita yang saat ini sedang mengikuti TC Terjun Bebas Olahraga di Lanud Abd Saleh ini mengakui rasa takut  kerap masih menghampiri. Tapi karena sudah memiliki pengalaman, Indy mampu meredam rasa rakut.
 “Takut itu tidak boleh hilang. Tapi semuanya harus memiliki prinsip. Prinsip saya adalah yakin. Yakin peralatan semuanya lengkap, yakin saat terjun tekniknya benar, maka semuanya akan baik-baik saja. Itu yang saya terus pegang. Saat terjun juga selalu berdoa, agar semuanya dilancarkan,’’ ungkap gadis kelahiran 15 Juli 1996 ini.


Saat ini Indy mempersiapkan diri untuk mengikuti event Manado International  Open Parasuting Champion 2020, yang akan digelar 20 Maret 2020 mendatang. Dia mewakili TNI AU di kejuaraan yang memperebutkan piala KSAU tersebut. “Doakan kami bisa mengharumkan nama TNI AU,’’ katanya. (ira/van/lim)

Editor : Abdul Halim
Penulis : Redaksi