MalangPost - Tidak Pakai Masker, Siap-siap Pungut Sampah

Minggu, 09 Agustus 2020

  Mengikuti :

Tidak Pakai Masker, Siap-siap Pungut Sampah

Senin, 06 Jul 2020, Dibaca : 3978 Kali

BATU - Jangan main-main dengan protokol  kesehatan di Kota Batu, sebab Satgas Covid-19  secara tegas menerapkan sanksi sosial. Masyarakat atau pengunjung di Alun-Alun Kota Batu yang tak mengenakan masker langsung diberi sanksi memungut sampah satu kresek penuh.

Tujuannya meminimalisir peningkatan kasus positif  Covid-19 yang sampai sekarang belum berhenti penyebarannya. Jumat

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Batu, Santoso Wardoyo, menjelaskan penindakan sesuai penerapan Perwali Nomor 56 Tahun 2020 tentang Masa Transisi. Masyarakat atau wisatawan yang tidak menggunakan masker di tempat umum seperti di Alun-Alun, jalan protokol, dan Pasar Besar Kota Batu akan diberi sanksi sosial.

 

"Tadi delapan orang yang harus menjalankan sanksi sosial dengan menyita KTP dan mengumpulkan sampah plastik satu kresek penuh, baru bisa mengambil KTP nya.  Satgas juga memberikan edukasi terkait protokol kesehatan agar semua patuh. Semoga bisa memberikan efek jera bagi pelanggar dan masyarakat yang melihat agar patuh,"  jelas dia.

Untuk menggiatkan itu, petugas gabungan secara rutin menggelar patroli dua hari sekali di tempat keramaian selama masa transisi new normal.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 Kota Batu melaksanakan operasi di tempat keramaian dipimpin langsung oleh Walikota Batu, Dewanti Rumpoko bersama Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama dan Pabung Kodim 0818 Mayor Arm Choirul Effendy.

Pusat keramaian tak luput dari jujukan antara lain Alun-Alun, Kafe Omah Koempoel dan rest area Jalibar, Oro-Oro Ombo. Saat operasi ada 37 pengunjung luar kota seperti Surabaya, Pasuruan, dan Sidoarjo langsung rapid test meski hasilnya non reaktif.

‘’Para wisatawan yang tak menggunakan masker memang langsung kita rapid test untuk berjaga-jaga. Jangan sampai ada penularan,’’ tegas Dewanti. 

Dari pantauan, sebagian besar persen masyarakat dan pengunjung di tiga titik keramaian sudah mengenakan masker. Hal tersebut, menurut Dewanti, masyarakat sudah disiplin protokol kesehatan.

Saat turun lapangan, Dewanti  tak segan meminta kepada pedagang yang tidak mengenakan tirai plastik untuk dagangannya. Ia melihat petugas ronda di tingkat desa agar menerapkan physical distancing. Karena dari pantauannya masih ada petugas ronda tak menerapkan physical distancing dan menggunakan masker.

Menurutnya, penggunaan masker adalah salah satu hal penting dalam mencegah penularan Covid-19. Dewanti berharap terus melakukan dengan intens ke tempat keramaian agar masyarakat dari pedagang dan pengunjung menerapkan SOP kesehatan.

 

"Ini akan kami lakukan terus berkelanjutan. Pedagang juga tak perlu takut karena apa yang kami lakukan untuk menekan persebaran Covid-19," pungkasnya. (ned)

Editor : Redaksi
Penulis : neda