8.000 Taksi Online, Baru 233 Uji KIR

SURABAYA - Aturan pemerintah yang mewajibkan taksi online melakukan uji KIR tampaknya mulai diterapkan. Terbukti, hingga Juli 2017 total sudah ada 233 kendaraan pribadi yang dijadikan taksi online melakukan uji KIR.
 
Hal itu ditegaskan oleh Kepala UPT Pengujian Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Abdul Manab. Menurutnya, 233 kendaraan yang sudah uji KIR tersebut berasal dari delapan badan usaha yang sudah terdaftar.
"233 mobil tersebut berasal dari empat PT dan empat koperasi yang membawahi taksi online," ungkapnya, Selasa (25/7). 
Mulai banyaknya taksi online yang melakukan uji KIR diharapkan menjadi sinyal bagus. Sebab, selama ini pihak taksi konvensional sering meminta agar taksi online melakukan uji KIR.
Meski demikian, ia meyakini masih banyak taksi online yang belum melakukan uji KIR namun tetap beroperasi. 
"Karena itu kami masih menunggu itikad baik dari pihak taksi online," jelasnya. 
Sementara itu, 233 taksi online yang uji KIR masih didominasi mobil dengan kapasitas di atas 1.000 cc. Manab menambahkan, pengujian kendaraan bermotor bagi kendaraan pribadi untuk taksi online merupakan kewenangan dari Dishub Provinsi Jatim. "Sebenarnya ini kewenangan dari Dishub Provinsi. Tapi kami di bawah hanya melaksanakan jika ada surat rekom dari provinsi untuk melakukan uji KIR taksi online," jelasnya.
Karena itu, lanjutnya, setelah melakukan uji KIR, kendaraan taksi online wajib kembali mendatangi Dishub dan LLAJ Jatim. Tujuannya untuk mengambil stiker khusus yang harus ditempel di kaca mobil bagian depan. 
"Nanti akan ditempel stiker khusus bahwa taksi online tersebut layak dan aman untuk beroperasi," ungkapnya.
Mulai menjamurnya taksi online yang melakukan uji KIR ditanggapi dingin oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) Surabaya. Ketua Organda Surabaya Son Haji Ilaho menjelaskan, jumlah taksi online yang melakukan uji KIR tersebut masih sangat minim.
"Kalau baru 233 kendaraan yang uji KIR itu sangat sedikit. Bandingkan dengan jumlah armada taksi online yang kisarannya mencapai 8.000 unit kendaraan. Kan perbandingannya masih sangat timpang. Masih sangat sedikit," tegasnya.
Karena itu, ia meminta pemerintah bisa ikut mengawal agar seluruh taksi online bisa melakukan uji KIR. Pasalnya, jika tidak diawasi hal itu ditakutkan bisa mengancam konsistensi pasar taksi konvensional yang terus tergerus, terutama angkot.
"Kami harap semua taksi online yang ada di Surabaya bisa melakukan uji KIR. Kalau semua sudah melakukan uji KIR dan tarifnya sama, kami yakin taksi konvensional akan bisa bersaing secara sehat dengan taksi online," pungkasnya.(jpg/ary)
 

Berita Lainnya :