Bawa Sabu 5 Kg Dalam Selimut, Bandar Narkoba Ditembak Mati


Malang Post - Junaidi Saputra, kurir sekaligus bandar narkoba, dengan barang bukti 5 kilogram sabu-sabu jaringan Jakarta mendapat tindakan tegas dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur karena melakukan perlawanan.
Tersangka ditembak karena melawan ketika dilakukan proses pengembangan perkara pada Selasa (22/8/2017) pagi sekitar pukul 06.30 WIB di salah satu hotel kawasan Tegalsari, Surabaya."Tersangka ini awalnya saat dilakukan pengembangan, tersangka bersama anggota lainnya ini mau ke lokasi pengembangan. Tersangka ini melarikan diri, menyerang dan melempar batu paving ke anggota," kata Irjen. Pol Machfud Arifin Kapolda Jawa Timur, Selasa (22/8/2017).
Tembakan peringatan sebanyak dua kali juga sempat dikeluarkan petugas. Namun tersangka justru membabi buta menyerang petugas bahkan sempat melempari petugas dengan paving. Petugas memberikan tembakan yang ketiga kalinya ke arah tersangka. Tembakan mengenai di bagian dadanya, dan tersangka akhirnya tewas. Polisi membawa jenazah tersangka ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur.
Tersangka yang merupakan warga Jalan Terikat, Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur Kota, Provinsi Riau tersebut menyembunyikan sabu-sabu 5 kilogram yang dibawanya dari Jakarta di dalam selimut.
Irjen. Pol Machfud Arifin Kapolda Jawa Timur menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka itu untuk mengelabui petugas. Supaya narkoba yang dibawanya dari Jakarta melalui jalur naik kereta api, kemudian naik mobil, tidak terdeteksi oleh petugas.
"Karena lewat jalur bandara sangat ketat. Semua penumpang harus menjalani pemeriksaan X-ray, screening body dan pemeriksaan secara manual jika ada benda mencurigakan. Akhirnya, tersangka lebih memilih naik kereta api, karena lebih aman agar narkoba yang dibawanya disimpan dalam selimut itu terdeteksi oleh petugas," kata Irjen. Pol Machfud Arifin, kemarin.
Menurut dia, peredaran ataupun penyelundupan narkoba yang melalui jalur darat ini masih banyak. Langkah yang dilakukan pihaknya akan terus memantau dan menggelar operasi, terutama kendaraan pribadi ataupun umum, seperti angkutan umum atau kota dan bus, serta kereta api.
"Ini yang akan dilakukan lagi pihaknya akan bekerjasama dengan petugas kereta api. Supaya setiap orang yang masuk atau naik kereta api itu lebih diperketat dalam pemeriksaan terhadap calon penumpangnya," ujarnya.
Mantan Kepala Divisi TI Mabes Polri itu juga mengungkapkan, selain menangkap tersangka Junaidi, polisi sebelumnya juga menangkap Yiska, seorang kurir sekaligus bandar narkoba di daerah Gresik.
Dari penangkapan tersangka Yiska, polisi menemukan barang bukti sabu-sabu seberat 4 kilogram. Maka total dari hasil ungkap kasus antara tersangka Junaidi dengan Yiska sebanyak 9 kilogram. "Tersangka satu ini (Yiska, red) ditangkap pada 10 Agustus lalu. Sekarang dalam penyelidikan dan pengembangan," katanya.
Saat disinggung, mengenai hubungan tersangka Yiska dengan Junaidi (ditembak mati) apakah satu jaringan? Jenderal asli Surabaya itu mengaku masih dalam penyelidikan dan pengembangan. "Kalau melihat modus penyelundupan yang dilakukannya itu sama. Tapi, ini masih dalam pengembangan dan penyelidikan," ujarnya. (ss/ra/udi)

Berita Lainnya :