Embun Beku Bromo Matikan Tanaman Petani

 
PROBOLINGGO - Terjadinya frost (embun beku) di sekitar Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo, mulai dirasakan dan dikeluhkan para petani. Frost yang mirip salju itu berdampak pada tanaman hasil bumi.
Frost yang menempel di pasir, pepohonan dan tanaman itu sangat membahayakan bagi tanaman. Bahkan menyebabkan tanaman mati, karena tidak tahan dingin.
Saat ini cuaca di sekitar Bromo sangat dingin dengan suhu minus 10 derajat celcius. Kondisi ini yang menimbulkan embun beku yang menempel ke tanaman. Keluhan akibat frost itu dirasakan oleh seorang petani sayuran dan kentang di lereng Bromo. Seperti Suparman, ini misalnya. Ia mengeluhkan tanaman kentangnya sebagian besar mati akibat terkena frost. Tanaman kentang kata Suparman, tidak kuat jika frost itu menempel, karena terlalu dingin.
"Banyak yang mati. Yang menempel di tanaman kentang saya ini mirip es atau salju. Tapi bukan salju, fenomena ini muncul setiap tahun, tapi waktunya tidak menentu. Bisa awal tahun, bisa pertengahan tahun," ujar Suparman, akhir pekan lalu.
Hal serupa dikatakan Wadiman, seorang petani kubis dan wortel. Setiap fenomena itu datang, dia akan merugi. Karena sayuran yang ia tanam akan layu dan mati. "Jadi kita sulit untuk mengantisipasinya, karena datangnya tidak pasti. Itu muncul ketika cuaca dingin sekali. Dan ini merupakan sebuah risiko bagi petani di sekitar bromo ini. Mau gimana lagi, ya kita pasrah saja," ujarnya.
Berdasarkan data dari TNBTS, suhu di kawasan Bromo saat ini minus 10 derajat celcius. Fenomena ini selalu menimbulkan frost atau embun beku. Bahkan, embun beku tidak hanya menutupi tanaman para petani. Lautan pasir Bromo pun tak luput tertutup embun beku. Bahkan, jika dilihat sepintas seperti tertutup salju.(dtc/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :