Gugatan Menang, Pemkot Bakal Punya Alun-Alun Surabaya


SURABAYA - Kepala Dinas Pengolahan Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati mengaku optimis pihaknya akan memenangkan gugatan sengketa lahan di Yos Sudarso. Jika menang, rencana pembangunan Alun-Alun Surabaya dipastikan akan berjalan mulus.
"Harus yakin. Wong kita ngajukan gugatan kok nggak yakin. Sidangnya sudah tinggal putusan tapi harusnya minggu (Hari Rabu) yang lalu, tapi ditunda," kata perempuan yang akrab disapa Yayuk, Senin (4/3/2019).
Yayuk menambahkan, ia tidak tahu persis kenapa sidang dengan agenda pembacaan putusan itu ditunda. Meski begitu, ia tidak mempermasalahkan penundaan tersebut. "Ya nggak tahu, kalau putusan kan kewenangan majelis. Kita tinggal nunggu putusan. Kita tinggal nunggu dari majelis saja. Harapannya gugatan pemkot dikabulkan minggu depan," imbuh Yayuk.
Dia membantah kabar yang menyebutkan Pemkot Surabaya kalah dalam sidang oleh PT Maspion terkait penguasaan lahan di Jalan Pemuda No 17. "Saya nggak tahu itu. Coba tanyakan yang memberi informasi (kalah gugatan) itu," lanjutnya.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan rencana besarnya untuk membangun Alun-alun Surabaya. Alun-alun tersebut akan dilengkapi tribun dan amphiteater serta pusat UKM di bawah tanah Jalan Yos Sudarso. "Nanti itu jadi kesatuan. Nah itu nanti namanya Alun-Alun Surabaya. Nanti kita punya Alun-Alun Surabaya. Cuma masalahnya saat ini (lahannya) sedang proses (sengketa) persidangan. Besok Insya Allah keputusannya," kata Risma di kediamannya, Jalan sedap Malam.
Menurut Risma, nantinya Alun-alun Surabaya akan saling terhubung. Baik dari bawah tanah, dari Balai Pemuda dan sisi timur. Ia juga mengaku telah merombak desain alun-alun tersebut.
"Nah, nanti kita akan hubungkan ke bawah (tanah). Jadi, ada eskalatornya. ada lift untuk difabel ke bawah nanti. Aku juga buat semacam patungnya Sawunggaling," lanjut wali kota 2 periode itu.
Sedangkan untuk parkir kendaraan, Risma memilih lokasi berbeda. Yakni di basemen lantai 2 Balai Pemuda. "Parkirnya di bawah dan sekarang sudah penuh. Aku kemarin saja kaget pas sidak ada kendaraan dari bawah dan sudah penuh," ujarnya.
Selain Patung Sawunggaling, Risma juga menyiapkan pernak-pernik lainnya yang kelak bisa dinikmati masyarakat Kota Pahlawan ketika pembangunan alun-alun tersebut terwujud. "Jadi, tujuannya itu orang-orang bisa duduk di situ, main musik di situ, latihan nari juga bisa di situ. Kalau Jalan Pemuda Barat sudah. Tapi cuma ngatur pedestrian saja. Nanti ada juga cerita diorama tentang perjalanan cerita Surabaya," tandas Risma. (ss/det/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :