Gunung Agung Siaga, 26 Penerbangan di Juanda Dibatalkan


 
SURABAYA - Meningkatnya aktivitas Gunung Agung, membuat Bandara Ngurah Rai Denpasar sempat ditutup, sejak pukul 08.00 WITA dan rencananya berlangsung sampai 19.00 WITA. Hal itu memberikan dampak pada penerbangan di Bandara Internasional Juanda Surabaya, yang membuat penerbangan dengan rute Surabaya-Denpasar atau sebaliknya, dibatalkan. Status Gunung Agung saat ini masih Siaga (level 3). Belum ada kenaikan status.
Heru Prasetyo General Manager Angkasa Pura I mengatakan, sampai dengan pukul 10.30 WIB sudah ada 26 penerbangan yang dibatalkan. Dari Terminal 1 Juanda, diantaranya Citilink 8 penerbangan, Lion Air 8 penerbangan, Nam Air 2 penerbangan, Batik 2 penerbangan, dan Sriwijaya 1 penerbangan.
Sementara untuk Terminal 2 Juanda, sebanyak 6 penerbangan dari Garuda yang dibatalkan. Selain itu, Gunung Agung juga berdampak pada tujuan Jember sebanyak 2 penerbangan dan Banyuwangi dengan 3 penerbangan. Keduanya itu dilayani maskapai Garuda dan Wings Air.
"Selain itu, juga ada penerbangan maskapai yang RTB (Return To Base) gagal berangkat untuk tujuan Banyuwangi, dengan maskapai Garuda 7302 yang terbang dari Bandara Juanda pukul 5.55 kemudian kembali pada pukul 07.43 WIB," kata Heru, Jumat (29/6/2018).
Heru menambahkan, saat ini proses refund atau pembatalan tiket dan reschedule oleh maskapai masih berlangsung akibat puluhan penerbangan yang dibatalkan itu. Bandara Internasional Juanda, lanjut dia, memiliki total 31 penerbangan baik kedatangan dan keberangkatan dengan tujuan Bandara Ngurah Rai Denpasar. 
Jumlah penumpang yang terdampak oleh ditutupnya penerbangan dengan tujuan Bandara Ngurah Rai Denpasar, yaitu maskapai Lion Air sebanyak 645 penumpang, Citilink sebanyak 321 penumpang, Nam Air sebanyak 115 penumpang, Batik Air sebanyak 155 penumpang dan Garuda Indonesia sebanyak 544 penumpang. Dengan total untuk penerbangan domestik sebanyak 2.137 penumpang.
Untuk mengantisipasi terjadinya penerbangan yang dialihkan, pihak Bandara Internasional Juanda telah menyiapkan fasilitas untuk terminal. Sedangkan untuk kesiapan fasilitas di sisi udara Bandara Internasional Juanda telah menyiapkan parking stand alternatif untuk menampung pesawat divert ke Bandara Juanda, untuk tipe narrow body ada 6 parking stand dan tipe wide body ada 6 parking stand.
"Informasi terakhir disampaikan bahwa Bandara Ngurah Rai kembali beroperasi pukul 14.30 WITA," pungkasnya.
"Data satelit Himawari dari BMKG menunjukkan abu vulkanik telah menutupi ruang udara koordinat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Oleh karena itu berdasarkan Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Erupsi Gunung Agung terhadap operasi penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 29/6/2018 pukul 00.05 WITA diputuskan Penutupan Bandara (Closed Aerodrome) direkomendasikan mulai 29/6/2018 pukul 03.00 WITA sampai dengan 19.00 WITA," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya. (dtc/ss/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :