Gus Ipul ke Banyuwangi, Khofifah Datangi Haul di Sampang

 
SURABAYA - Meski memasuki masa libur kampanye, bukan berarti dua calon gubernur Jatim berdiam diri. Baik Saifullah Yusuf maupun Khofifah Indar Parawansa terus keliling mendalami masalah masyarakat Jatim.
Di Muncar, Banyuwangi, Gus Ipul sapaan akrab calon gubernur nomor urut dua Saifullah Yusuf melakukan dialog langsung dengan tokoh nelayan disana. Dalam kesempatan tersebut, para nelayan menyampaikan keluhan terkait dengan peraturan menteri kelautan dan perikanan (Permen) Nomor 1 tahun 2015 tentang larangan menangkap lobster kecil. 
Haji Mastur, salah satunya, nelayan 57 tahun ini menyebutkan aturan ini sebagai Permen pahit. "Akibatnya para nelayan tidak berani menangkap bibit lobster, pembudidaya lokal-pun berhenti produksi," ujar Mastur, Sabtu (14/4).
Selain lobster, para nelayan ini juga mengeluhkan belum meratanya asuransi yang bisa menaungi mereka. Program Pemerintah pusat tentang asuransi nelayan juga masih terbatas. Menaggapi hal ini, Gus Ipul berjanji akan mengkomunikasikannya dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
"Kalau ditangkap untuk dikonsumsi atau bahkan ekspor jelas tidak boleh. Tapi mohon untuk pembibitan bisa menjadi pertimbangan," kata Gus Ipul. 
Sementara, untuk asuransi, dirinya bersama calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno berkomitmen membantu pembayaran premi asuransi nelayan.
"Program bantuan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan, belum mampu mencakup seluruh nelayan," jelasnya. 
Dia pun menargetkan seluruh nelayan di Banyuwangi maupun Jatim yang jumlahnya mencapai 300.000 bisa seluruhnya ter-cover asuransi. Lain halnya dengan calon gubernur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa yang memilih hadir dalam Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad sekaligus Haul Sesepuh PP Al Wahidiyah Gunung Perahu Tambak Omben Sampang. Dalam kesempatan tersebut, mantan menteri sosial itu memberikan tausiah tentang pentingnya salat. 
"Saya menyampaikan tentang surat Al Isra tentang ayat Alquran bahwa siapa yang membaca ayat suci berzikir maka akan menenangkan jiwa dan hati," kata Khofifah.  
Tidak hanya itu, Khofifah juga menjelaskan tentang makna persatuan.  Di Indonesia memiliki 713 suku. Jauh berbeda dan lebih besar dibandingkan dengan Afghanistan yang hanya tujuh suku.
"Janganlah semua masuk ke medan perang. Perang saat ini bukan hanya perang fisik, tapi juga perang melawan kemiskinan," kata Khofifah.  
Dikatakan Khofifah kemiskinan harus dilawan. Dalam kaidah ushul fiqih pemimpin yang baik harus membelanjakan hartanya untuk kesejahteraan rakyat. Pihaknya pun mengajak memerangi kemiskinan. sebab, kemisikinan ini harus diberantas. (bae/hen/jpg/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :