Karyawan Peternakan Tewas di Saluran Irigasi

Jenazah korban saat pertama kali ditemukan di pintu dam saluran irigasi, kemarin pagi.

 
PASURUAN– Warga Dusun/Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, digegerkan dengan penemuan mayat lelaki, Kemarin sekitar pukul 08.00. Mayat itu ditemukan nyangkut di pintu dam sungai saluran irigasi.
Mayat itu ditemukan sekitar 300 meter, di sisi sebelah timur jalan kabupaten jurusan Bangil-Sukorejo. Lokasinya, jauh dari permukiman warga, atau di areal persawahan. “Mayat itu ditemukan pertama kalinya oleh warga, saat mau ke sawah,” ujar Akhmad Busro, Kades Lecari.
Kabar penemuan mayat itu, dengan cepat menyebar. Dalam waktu singkat, lokasi penemuan mayat itu pun banyak didatangi warga. Petugas Polsek Sukorejo pun langsung mendatangi lokasi kejadian untuk olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban.
Dari identifikasi, mayat itu diketahui bernama M. Mahrus Ali, 19, warga RT 01 RW 04, Dusun Kutukan, Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo. Ia merupakan karyawan peternakan dan tamatan Madrasah Aliyah.
Jenazahnya langsung dievakuasi ambulans Puskesmas Sukorejo ke kamar mayat RS. Bhayangkara Porong, untuk divisum. “Saat ditemukan, pakain korban masih melekat. Pakai jaket, hem dan celana jins dengan resleting terbuka. Di kepala sebelah kana nada luka robek,” imbuh kades.
Unit Reskrim Polsek Sukorejo pun langsung melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat itu. Dari keterangan sejumlah warga diketahui, sekitar pukul 02.00 dini hari, ada warga yang melihat orang terhanyut di sungai.
“Saya saat itu, mau buang air besar ke sungai, pakai payung karena hujan lebat. Saya sempat melihat ada orang hanyut, takut dan langsung pulang,” kata Sanali, 60, warga Dusun Kutukan, Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo.
Sebelum ditemukan meninggal, korban disebutkan sempat ngopi di warkop sisi selatan rumahnya. Jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi penemuan mayat. Di warkop malam itu, ada beberapa remaja. 
Korban sempat pamit keluar jalan kaki untuk buang air kecil ke sungai, dekat warkop. Sedangkan motor milik korban Honda Beat nopol N 5954 TDA msh tertinggal parkir di warkop tersebut.
Sampai subuh, korban tak kembali. Padahal, motornya masih di warkop. “Dari hasil penyelidikan sementara kami, kematian korban diduga kuat jatuh terpeleset ke sungai, hingga akhir terseret arus dan meninggal,” ungkap Kapolsek Sukorejo AKP Supriadi.
Dugaan itu dikuatkan dengan kondisi resleting celana yang masih terbuka. Serta, pada jenazah korban juga tak ditemukan luka tanda kekerasan. Luka robek pada kepala diduga didapat saat korban terjatuh. (rb/mar)

Berita Terkait