Kepras Lahan Simpang Hotel, Pemkot Keluarkan Rp 22,6 Miliar


SURABAYA - Pemkot Surabaya melanjutkan proyek pelebaran Jalan Simpang Dukuh, Surabaya, kemarin. Pengerjaan ditandai pembongkaran pagar dan pemangkasan pohon milik Hotel Inna Simpang oleh Dinas PU Bina Marga dan Pematusan.
Kadinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP), Erna Purnawati mengatakan, proyek pelebaran jalan sudah dilakukan sebelumnya dari sisi utara. Ia memastikan lahan digarap hanya milik Hotel Inna Simpang yang luasnya mencapai 968 M2.
 “Alhamdulillah pihak Hotel Inna Simpang sangat kooperatif dalam pembebasan lahan ini,” kata Erna ditemui di sela-sela pembongkaran pagar hotel, kemarin pagi. Menurut Erna, pelebaran yang digarap panjangnya 138 meter dan lebarnya 7 meter.
Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 22,6 miliar dan sudah disetor ke pengadilan Surabaya karena harus melalui konsinyasi. “Jadi, dalam sertifikat mereka itu ditulisi bahwa apabila akan melakukan pelepasan lahan, harus mendapatkan ijin terlebih dahulu dari Kanwil BPN,” kata dia.
“Baru nanti kalau sudah beres, kita memberikan pengantar ke Inna Simpang untuk mengambil uangnya di pengadilan,” lanjutnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat mengatakan, Jalan Simpang Dukuh ini merupakan jalan vital yang nantinya menjadi jalan alternatif apabila Jalan Tunjungan ditutup.
Selain itu, jalan ini akan menjadi salah satu jalan utama ketika Jalan Yos Sudarso ditutup untuk pengerjaan proyek alun-alun Soroboyo.  “Kami sudah menyiapkan dua alternatif rekayasa lalu lintas jika Jalan Yos Sudarso ditutup. Kami masih koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan rekayasa lalin itu,” kata Irvan. (has)

Berita Terkait

Berita Lainnya :