Lima Anak Punk Teler di Jalan


PONOROGO – Menjelang Ramadan bukannya memperbanyak ibadah, lima anak punk ini malah teler jalanan. Nanda asal Desa Pengkol, Kauman; Sutan dan Aris Dwi Saputra (Desa Muneng dan Jalen, Balong); serta Andi dan Rafi asal Kecamatan Babadan diciduk polisi di sekitar traffic light Balong.
Nanda dkk diamankan sekitar pukul 09.30. Bermula saat polisi mendapat laporan warga yang merasa terganggu dengan keberadaan sejumlah anak punk di lampu merah Balong. ‘’Kami langsung menerjunkan petugas ke lokasi,’’ kata Kapolsek Balong AKP Sukamto kemarin (15/5).
Sukamto menyebut, saat diamankan petugas, lima anak punk berusia belasan itu dalam kondisi teler usai mengonsumsi obat anti mabuk melebihi dosis. Pun mereka lantas digelandang ke mapolsek. ‘’Kami lakukan pembinaan dan orang tua masing-masing kami panggil,’’ kata Sukamto.
Dia menuturkan, keberadaan anak punk di perempatan tersebut membuat sejumlah pengguna jalan resah. Mereka mengamen ketika traffic light menyala merah. Pun tidak segan mengintimidasi pengendara yang tak memberikan uang. ‘’Yang jelas juga menggangu arus lalu lintas,’’ lanjutnya.
Dia mengimbau warga melapor ke petugas jika mendapati kasus serupa. Apalagi, sebentar lagi memasuki bulan puasa. ‘’Agar situasi aman terkendali sehingga bisa lebih fokus menjalankan ibadah di bulan suci,’’ pungkasnya. (mg7/c1/isd/jpg/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :