Lomba Perahu Dayung Potensi Wisata Pasuruan

 
PASURUAN - Puluhan perahu ambil bagian dalam lomba perahu dayung yang digelar di Sungai Rejoso Kabupaten Pasuruan. Lomba ini sebagai apresiasi bagi para nelayan yang tak hanya bisa melaut, namun juga bisa membuat perahu sendiri.
Lomba diselenggarakan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pasuruan dan dibuka oleh Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf. Ratusan warga sejak pagi hingga siang tampak antusias menyaksikan perlombaan.
Lomba ini diikuti 16 peserta perahu yang dihias dan 32 peserta perahu dayung. Para peserta berasal dari desa-desa di Kecamatan Rejoso, di antaranya Desa Jarangan, Rejoso dan Pateguran.
"Sungai Rejoso memiliki aliran air yang cukup deras, sehingga ideal untuk dijadikan sebagai lomba perahu dayung, juga perahu hias dan perahu naga," kata Muhammad llyas, Ketua HSNI Kabupaten Pasuruan di lokasi, Sabtu (26/8/2017).
Lomba yang baru kali pertama digelar ini, kata Ilyas, dimaksudkan untuk memberikan wadah bagi para nelayan yang memiliki kemampuan dalam membuat dan menghias perahu. "Banyak sekali nelayan Rejoso yang bukan hanya punya perahu dengan membeli, tapi juga membuat sendiri. Maka dari itu, kami gelar lomba perahu hias, perahu naga dan perahu dayung," terang Ilyas.
Meski baru pertama kali digelar, banyaknya peserta yang ikut dan antusiasme warga membuat penyelenggara sangat bangga. Ke depan diharapkan lomba diikuti peserta dari wilayah lainnya.
"Event ini baru kali pertama kami laksanakan, dan antusiasme masyarakat dan pesertanya juga luar biasa. Ditambah lagi momennya berbarengan dengan HUT ke-72 RI sehingga masyarakat sangat senang menikmati acara ini," imbuhnya.
Bupati Irsyad Yusuf menyampaikan pemerintah daerah sangat mendukung lomba tersebut dan berharap bisa digelar setiap tahun. "Ide dan gagasan seperti ini harus didukung karena memiliki potensi. Selain memberikan penghargaan pada nelayan, even ini jika bisa dikemas dengan baik bisa menjadi ikon pariwisata Rejoso," kata Irsyad.
Selain itu, atlet-atlet potensial bisa muncul dari even tersebut sehingga KONI maupun Dispora harus memberi dukungan dan memanfaatkan lomba ini untuk mencari bibit-bibit baru. Saat ini Kabupaten Pasuruan memiliki atlet dayung muda potensial pada diri M Dhofir (20). Pemuda asal Nguling ini meraih medali perak dayung pada PON 2016.(dtc/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :