Maksimalkan Layanan, Pemkab Sidoarjo Bangun Gedung 17 Lantai

 
SURABAYA - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengklaim rencana pembangunan gedung satu atap 17 lantai tidak mengganggu uang anggaran untuk rakyat dalam pelayanan publik. Djoko Sartono Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo mengatakan, dari total APBD 2017 sebesar sekitar Rp4 Triliun, kebutuhan anggaran untuk pendidikan, kesehatan dan PU Bina Marga sudah tercover. 
Dia mengklaim rencana anggaran Rp800 miliar untuk membangun gedung 17 lantai tidak mengurangi anggaran untuk pelayanan rakyat. "Tidak mengganggu anggaran pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan karena sudah ditentukan setiap tahunnya, tidak bisa diutak-atik lagi. Kemudian pelayanan publik lainnya, seperti perbaikan jalan, rata-rata setiap tahun di Dinas PU sebesar Rp500 miliar," ujarnya, Sabtu (22/7/2017).
Djoko mengatakan, justru dengan pembangunan gedung pelayanan satu atap 17 lantai ini bisa menghemat anggaran jangka panjang. Karena, selama ini Kantor Sekretariat Daerah dan Kantor Dinas jaraknya terpisah-pisah sehingga kebutuhan air dan listrik jadi banyak. "Kalau berada di satu tempat maka bayar airnya satu, listriknya satu. Kalau ini kami prediksi lebih efisien," katanya.
Djoko mengatakan, rencana realisasi pembangunan gedung 17 lantai sampai sekarang terus dibahas. Mulai dari rancangan anggaran dan proses perizinannya tengah dirancang. "Kami rancang sebaik-baiknya. Nanti semua layanan jadi satu di gedung itu. Bahkan di luar layanan Pemkab juga bisa dilayani seperti STNK dan pelayanan keimigrasian," tambahnya.
Sekadar diketahui, rencana pembangunan gedung Pemkab Sidoarjo 17 lantai merupakan ide Saiful Ilah Bupati Sidoarjo setelah sempat berkunjung ke beberapa negara Eropa atas ajakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) beberapa tahun lalu. Rencana anggaran yang dibutuhkan, yakni Rp800 miliar, Pemkab Sidoarjo telah menyediakan anggaran Rp2 miliar untuk manajemen perencanaan. (ss/ra/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :