Mega Marine Pride Penuhi Keinginan Warga


PASURUAN - Warga dari tiga desa di Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan-perusahaan, yang diduga membuang limbah, langsung mendapat tanggapan. Karenanya, saluran pembuangan limbah perusahaan di Desa Wonokoyo Beji, yang sempat ditutup warga, langsung dibuka kembali.
Dari lima perusahaan, PT Mega Marine Pride, PT Unilever Jasa Kemas, PT Wonokoyo Jaya Corporindo, PT Marine Cipta Agung, dan PT Baramuda Bahari, dua di antaranya bergerak cepat, untuk memenuhi keinginan warga.
Bukan itu saja, PT Mega Marine Pride dan PT Baramuda Bahari, langsung menghentikan produksinya, karena memenuhi keinginan warga untuk menyempurnakan sistem pengolahan limbahnya.
''Sejak warga menutup saluran pembuangan itu, kami langsung menghentikan produksi. Jadi 2.700 karyawan, kami stop produksi dulu. Kami ingin warga melihat bagaimana sebenarnya proses pengolahan limbah kami,'' ujar Yohanes Yoelianto, Operational Director PT Mega Marine Pride, kepada Malang Post, kemarin.
Perwakilan warga, yang didampingi petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, kemarin langsung mengecek tempat pengolahan limbah perusahaan yang produknya dipasarkan ke Amerika, Eropa dan Jepang ini.
Beberapa titik saluran pembuangan  yang diduga warga, digunakan untuk membuang limbah secara langsung, tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu, ditutup oleh perusahaan. Hal itu dilakukan, agar warga percaya, bahwa semua limbah, dibuang, setelah melalui proses pengolahan.
''Tidak apa-apa kami tutup. Biar warga percaya, bahwa kami benar-benar taat aturan, soal pembuangan limbah. Meski saluran yang kami tutup itu, tidak pernah kami pakai untuk membuang limbah,'' sebut Yohanes, yang juga Operational Director PT Baramuda Bahari ini.
Disebutkannya, PT Baramuda Bahari dan PT Mega Marine Pride, mempunyai pengolahan limbah cair, dengan kapasitas bak pengolahan, yang sangat mencukupi, untuk mengolah limbah cair. Karenanya, sangat tidak mungkin limbah cair yang dihasilkan, dilepas ke media lingkungan, tanpa melalui proses pengolahan.
''Kami juga mengolah limbah cair secara biologis. Jadi pasti tidak ada kandungan bahan beracun dan berbahaya. Termasuk kami selalu koordinasi dengan dinas (Dinas Lingkungan Hidup, Red.), supaya imstalasi pengolahan limbah cair kami, selalu dalam kondisi optimal,'' tambahnya sembari menyebut, perusahaan yang dikelola, sudah beroperasi sejak 1984.

Berita Terkait

Berita Lainnya :