Mobil Dinas Dewan Dipecah Kacanya, Rp 400 Juta Amblas

BLITAR - Mobil dinas anggota DPRD Kabupaten Blitar menjadi korban pecah kaca. Uang tunai sebesar Rp 400 juta amblas. Polisi masih menyelidiki kasus itu. Peristiwa pukul 13.00 ini terjadi saat mobil berplat merah dengan nopol AG 873 KP tersebut diparkir di depan rumah makan Padang di Jalan Masjid Kota Blitar.
"Sekitar pukul 12.00 kami pulang dari Bank Jatim lalu mampir makan di RM Padang. Sekitar pukul 13.00 begitu keluar rumah makan, tahu-tahu kaca mobil kanan yang tengah pecah. Uang di tas di bawah jok tengah sudah hilang," ujar Arif Efendi, seorang kelompok tani dari Sekardangan, Papungan Kanigoro, ditemui wartawan di Polresta Blitar.
Uang yang disimpan dalam tas sebesar Rp 400 juta hilang. Sedangkan uang yang ditaruh dalam tas plastik sebesar Rp 400 juta di jok belakang selamat. Uang sejumlah total Rp 800 juta di mobil itu, merupakan uang bantuan provinsi untuk pembangunan saluran irigasi bagi empat kelompok tani di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.
"Kelompok tani yang dapat bantuan itu dari Desa Bangle, Papungan, Sawentar dan Gogodeso. Kami berempat tadi mencairkan di Bank Jatim didampingi Pak Mujib dari anggota Komisi II DPRD Kab Blitar. Masing-masing kelompok dapat bantuan Rp 200 juta. Supaya aman, kami disarankan memasukkan semua uang ke dalam mobil yang dikendarai beliau," papar Arif.
Uang itu, lanjut Arif, dibagi menjadi dua. Yang satu plastik hitam berisi Rp 400 juta ditaruh di jok belakang. Yang satu tas plastik berisi Rp 400 juta dimasukkan tas dan ditaruh di bawah jok tengah. "Kami nggak ada yang dengar suara kaca mobil pecah. Di situ tadi juga ada tukang parkirnya tapi ngakunya juga tidak tahu," ungkapnya.
Mengetahui uangnya hilang, Mujib beserta empat ketua kelompok tani melaporkannya ke Mapolres Blitar Kota. "Iya kami sudah terima laporannya sekitar pukul 14.30. Posisi mobil menghadap ke Utara membuat korban tidak tahu kalau kaca mobilnya dipecah, karena posisi korban ada di 100 meter sebelah Barat mobil," jelas Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono.
Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan olah kejadian perkara. Sementara pelapor, Mujib , dan empat orang ketua kelompok tani masih dalam pemeriksaan polisi.(dtc/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :