OmJek, Ojek Online Asli Tulungagung

 
TULUNGAGUNG - Minimnya angkutan umum di Tulungagung yang bisa menjangkau hingga pelosok membuat Triatmaja Fajar berpikir keras. Pemuda 22 tahun ini pun akhirnya menciptakan bisnis ojek berbasis aplikasi. Februari 2017, lulusan Fakultas Psikologi Untag Surabaya, menelorkan ojek online yang diberinama OmJek.
Menurut Triatmaja Fajar, yang menjabat sebagai manajer operasional Omjek Nusantara, bisnis ini dia kembangkan bersama salah satu rekannya Achamad Chafid. Ia nekat memulai OmJek karena dinilai cukup prospek untuk dikembangkan di daerah. Sebab saat ini di daerah Tulungagung masih minim angkutan umum yang bisa menjangkau hingga ke pelosok desa.
"Kalau modalnya yang banyak dari teman saya Chafid, sedangkan saya bagian yang melaksanakan. Untuk jumlah modalnya saya tidak bisa menyebutkan, tidak terlalu banyak," kata Fajar, Kamis (24/8/2017).
Menurutnya, persiapan untuk membuka usaha tersebut tidak terlalu ribet, setelah modal tersedia, ia langsung melakukan persiapan dengan membeli sejumlah perlengkapan. Mulai dadi helm, jaket, hingga aplikasi android.
"Jaket dan helm khusus tersebut saya dapatkan dari Tangerang, sedangkan aplikasi OmJek dibeli dari salah satu develepor di Bandung, Jawa Barat. Kemudian kami juga banyak belajar dari bisnis serupa yang sudah eksisting," ujarnya.
Setelah mendapat respon baik di Tulungagung, Fajar mulai mengembangkan layanan ojek online ke kota tetangga, yakni Kediri.
Rencananya perusahaan yang digagas anak-anak muda tersebut akan terus dikembangkan ke beberapa daerah yang lain. Sedangkan jarak layanan yang diberikan, untuk motor maksimal 35 kilometer, sedangkan mobil 70 kilometer. 
Pada awal berdiri, perusahaannya hanya ada memiliki partner lima pemotor dan satu mobil. Pascapeluncuran aplikasi, jumlah peminat jasa OmJek terus mengalami peningkatan. Bahkan pihaknya sempat kewalahan untuk menerima orderan yang masuk.
Selain melayani jasa antar, OmJek juga mulai merambah ke bisnis layanan antar makanan atau disebut OmFood. "Peminatnya itu ternyata cukup banyak, sehingga saya pun harus ikut memberikan layanan. Sekarang dalam satu hari rata-rata ada 100 order yang masuk. Dari jumlah tersebut yang paling banyak untuk layanan Om-Food atau antar makanan," imbuhnya. 
Fajar menjelaskan, saat ini telah memiliki partner 19 pemotor dan empat unit mobil di Tulungagung, serta tujuh pemotor dan empat mobil di wilayah Kabupaten/Kota kediri. Untuk menjadi driver OmJek, masing-masing pemotor maupun pemilik mobil diwajibkan membawa uang pangkal sebesar Rp 350 ribu, sebagai jaminan jaket dan helm serta jaminan setoran bagi hasil.
"Bagi hasilnya 80 banding 20. 80 persen untuk drivernya sedangkan 20 persen untuk perusahaan. Untuk tarif dasarnya mobil jarak 0-3 kilometer Rp 20 ribu, sedangkan motor jarak 0-4 kilometer Rp 10 ribu, untuk perkilo meternya motor Rp 2 ribu dan mobil Rp 4 ribu," jelasnya.(dtc/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :