Pabrik Tepung Oplosan Digerebek Satgas Pangan


Banyuwangi - Pabrik tepung oplosan tak berizin digerebek Satgas Pangan Polres Banyuwangi, di Kelurahan Mandar, Kamis (20/7/2017). Pabrik yang memproduksi tepung untuk campuran pentol bakso itu berada di sebuah gudang yang tertutup rapat. Saat penggerebekan, beberapa pegawai sedang memproses pengoplosan dan pengepakan tepung oplosan tersebut.

"Kami dari satgas pangan sebelumnya sudah lakukan penyelidikan. Hari ini (kemarin, red) langsung kita gerebek pembuatan tepung campuran ini. Karena yang bersangkutan tak memiliki izin," ujar AKP Sodik Efendi, Ketua Satgas Pangan yang juga menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, kepada wartawan di lokasi.
Menurut kasat, pemilik gudang, Gunawan (60) menciptakan produk baru tanpa izin, berupa tepung campuran untuk pentol bakso dari tepung tapioka merk Terong Mas dan tepung sagu merk Pratama.
"Kedua tepung itu dioplos kemudian membuat produk baru dikasih merk Tiga Anak," tambahnya.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas, berupa mesin pencampur dan pencetak tepung serta bahan baku dari dua merk tepung yang dicampur masing-masing 2 ton. "Kita langsung police line. Tidak boleh ada aktivitas lagi. Pelaku kita jerat dengan Undang-Undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan," tambahnya.
Sementara Gunawan, pemilik gudang dan juga pabrik tepung oplosan mengaku tidak mengetahui jika perbuatannya melanggar hukum. Padahal pabrik itu sudah berproduksi selama lima tahun. "Saya tidak tahu jika ini ilegal. Besok segera saya akan urus izin. Tepung ini permintaan pasar. Ini buat campuran pentol," ujarnya kepada sejumlah wartawan.
Dirinya mengakui, mendapatkan bahan tersebut dari Jember dan Banyuwangi saja. Sementara dari oplosan itu, dirinya mencetak lagi produk baru dengan ukuran 500 gram dengan harga Rp 40 ribu per bungkus.
"Saya tidak setiap hari produksi. Tergantung pesanan. Satu kali produksi sekitar 10 sampai 50 bal," pungkasnya.(dtc/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :