Pantau Napi Teroris di Lapas

 
BANYUWANGI – Polres Banyuwangi  meningkatkan status kewaspadaan menjadi siaga 1. Status Siaga 1 ini merupakan buntut peristiwa bentrokan antara anggota kepolisian dengan narapidana terorisme (napiter) di Rutan Cabang Salemba Kamo Brimob Depok.
Siaga satu mulai diberlakukan kemarin (11/5) mengacu Telegram (TR) dari Mabes Polri. Sesaat TR turun, Kapolres AKBP Donny Adityawarman langsung memerintahkan anggotanya untuk menggelar apel pasukan. Pengamanan di Polres juga ditingkatkan dengan menyiagakan 70 personel setiap hari.
Siaga satu ini juga berlaku di seluruh jajaran Polres seluruh Indonesia. Selain siaga dengan senjata lengkap di penjagaan, seluruh kesatuan juga diperintahkan untuk patroli rutin. Instruksi lainnya, setiap anggota Polri yang keluar rumah sebaiknya lebih meningkatkan kewaspadaan.
Kapolres AKBP Donny Adityawarman mengatakan, sejak adanya peristiwa kerusuhan di Mako Brimob, penjagaan tahanan di rumah tahanan Mapolres Banyuwangi ditingkatkan. Jika biasanya penjagaan oleh petugas dari satuan tahanan dan barang bukti (tahti), kini dipertebal dengan dibantu Satuan Sabhara.
“Biasanya satu hari tiga orang personel, kini kita pertebal enam orang, jadi satu shift dijaga sembilan orang personel,’’ ujar Kapolres dihubungi tadi malam.  
Tidak hanya penambahan personel,  waktu shift petugas jaga di rutan Polres Banyuwangi juga ditambah, yakni tiga kali shift setiap harinya.  Padahal, biasanya hanya dua kali shift jaga dalam sehari. 
Pengawasan ekstra ketat juga diberlakukan di Lapas Banyuwangi. Mengingat juga ada satu narapidana kasus terorisme yang dititipkan di Lapas. Jika biasanya pengamanan di Lapas dilakukan pemeriksaan dalam waktu dua jam sekali. Pasca-kerusuhan di  Mako Brimob Kelapa Dua, Kota Depok,  pemeriksaan dilakukan setiap jam oleh anggota Polri. 
“Bukan siaga satu,  tapi lebih pada antisipasi sejak dini,  agar peristiwa yang sama tidak terjadi dan jangan sampai terjadi di Banyuwangi,’’ tandasnya.  
Selain Polres, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi juga meningkatkan kewaspadaan. Sebab, dari 961 penghuni lapas, satu orang tercatat sebagai narapidana (napi) kasus terorisme. 
Identitas napi tersebut berinisial AA alias AD alias AM asal Bandung, Jawa Barat. Pria tersebut divonis lima tahun penjara dalam perkara terorisme. Sebelum dititipkan ke Lapas Banyuwangi tanggal 11 Juli 2017, AA sempat mendekam di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta.
”Dia statusnya napi titipan. Pengamanan terhadap AA cukup ketat. Yang bersangkutan kita tempatkan di sel khusus, terpisah dari napi lain,’’ ujar Kalapas Banyuwangi  Ketut Akbar Herry Achyar dihubungi tadi malam.
Di Lapas yang beralamat di Jalan Istiklah tersebut ada empat regu  yang menjaga 961 tahanan tersebut. Per regu penjagaan beranggotakan 13 personel plus penjaga pintu utama empat orang.
”Khusus untuk napi bernama AA mendapat pengamanan khusus. Densus 88 juga terus memantau perkembangan napi kasus teroris tersebut. Setiap ada perkembangan kita laporkan ke Densus 88,’’ tegas Akbar.
Hampir genap setahun mendekam di Lapas Banyuwangi, lanjut Akbar, AA banyak mengalami perubahan. Meski begitu, pihaknya terus memantau gerak-geriknya, termasuk para pembesuk AA.
”Setiap ada kerabat AA yang membesuk kita catat dan kita laporkan ke Densus 88,’’ kata Kalapas asli Lare Oseng tersebut. (ddy/aif/jpg/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :