Pemilik LBB Bergelar Palsu, Cabuli Anak Didik


SURABAYA – Ulla Abdul Muzi , 34, ditangkap unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Pemilik lembaga bimbingan belajar (LBB) itu dilaporkan lantaran mencabuli dua anak didik. Tak hanya itu, Abdul Muzi terancam dijerat pasal berlapis, penipuan. Lantaran LBB dan gelar yang dipakai ternyata abal-abal. Polisi menangkap tersangka  di rumahnya di Jalan Raci II nomor 2 B, Benowo, Surabaya. Akasi pencabulan dilakukan di tempat les milik tersangka di Jalan Kendung Rejo II, nomor 56, Sememi, Benowo, Surabaya.  
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni mengatakan Ulla ditangkap di tempat les tersebut pada Selasa (10/7). Penangkapan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari orang dua korban NY,17, dan NT,17.  
“Kedua anak laki-laki tersebut mengadu kepada orang tua mereka jika mereka sudah dilecehkan oleh tersangka,” ungkap AKP Ruth, Rabu (11/7).
Ruth mengatakan, meski dua korban sudah menjelaskan apa yang dialaminya, namun tersangka sempat membantah. Meski demikian, setelah kami tunjukkan bukti-bukti yang ada, pria single tersebut mengakui perbuatannya.   “Tersangka mengaku sudah beberepa kali mencabuli dua korban,” terangnya.
Dalam melancarkan aksinya, Ulla berpura-pura mengatakan kepada kedua korban jika dalam tubuh mereka terdapat roh halus. Setelah korban percaya, tersangka lantas mengajak korban ke kamar yang ada di belakang.  “Disanalah tersangka mencabuli dua korban dengan cara “memainkan” alat kelamin korban,” terangnya.
Selain kasus pencabulan, polisi mendapati jika LBB yang dijalankan oleh tersangka abal-abal alias tak terdaftar secara resmi. Selain itu, tersangka juga memalsukan titelnya.  Di kartu nama tersangka, Ulla menulis namanya dengan H.R.A.S Ulla Abdul Muiz, W,A, S.Psi, S.Pd,M.Psi, Ph.D. Ada empat title yang dipalsukan oleh pria berkacamata. Padahal sama sekali tak pernah mengenyam pendidikan di universitas manapun.
Ternyata titel itu hanya akal-akalan tersangka agar orang tua percaya pada LBBnya. Dengan title yang setumpuk itu diharapkan semakin banyak anak-anak yang bisa ikut les di tempatnya. “Bukan tidak mungkin, mereka juga menjadi target tindak pencabulan tersangka,” terangnya.
Selain titel yang banyak, Ulla juga mengiming-imingi orang tua dengan keberhasilan anak-anak yang ikut les. Dia menjamin setelah mengikuti les ditempatnya, anak-anak bisa masuk di penguruan tinggi bergengsi di Indonesia. Tarif les di LBB milik tersangka juga relatif murah, antara Rp 2 dan Rp 3 juta per tahun.  “Hal inilah yang membuat LBB milik tersangka terus berjalan.  Bahkan hingga saat ini LBB masih beroperasi dengan dibantu empat guru les disana,” tandas Ruth.
Sementara itu, kepada polisi Ulla mengaku jika apa yang ia lakukan hanyalah fantasi saja. Selain masih sendiri, Ulla juga hobi mengoleksi film porno, khusunya sesama laki-laki. Hal itu terbukti dengan adanya puluhan video yang ditemukan polisi di handphone milik tersangka. Saat ditanya sejak kapan ia mempunyai kelainan itu, Ulla memilih diam sambil menutup muka dengan dua tangannya. (yua/rtn/jpg/jon)

Berita Lainnya :

loading...