Penerbangan Internasional di Banyuwangi Segera Terwujud

 
BANYUWANGI - Bandara Blimbingsari Banyuwangi akan segera dikelola Angkasa Pura (AP) II. Direncanakan paling lambat Desember 2017, kerja sama pengelolaan AP II dan Pemkab Banyuwangi bisa dilakukan.
Bahkan rencananya, pada Januari 2018, akan dilakukan land clearing airport oleh AP II dengan nilai investasi Rp 100 Miliar.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sudah bertemu dengan AP II, untuk membahas percepatan realisasi pengelolaan Bandara Banyuwangi sesuai dengan arahan dari Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan. 
"Kami telah bertemu dengan Angkasa Pura II beberapa minggu lalu, dan sudah ada titik temu. Saat ini tinggal inventarisir mana aset Banyuwangi dan aset pusat," kata Anas kepada sejumlah wartawan (7/8/2017).
Bupati yang telah memasuki periode kedua tersebut mengatakan, percepatan Bandara Banyuwangi ini juga dalam rangka back up Banyuwangi, untuk persiapan IMF-World Bank di Bali tahun 2018. 
Menurut Anas, mulai Oktober tahun ini akan mulai ada penyempurnaan-penyempurnaan di Bandara Banyuwangi. Dalam pertemuan dengan AP II, Anas mengusulkan beberapa penyempurnaan seperti pelebaran dan peningkatan kualitas runway. Ini dilakukan agar pesawat jenis Boeing 737-800 bisa masuk ke Banyuwangi. 
"Apabila pesawat Boeing 737-800 bisa masuk ke Banyuwangi, international flight bisa segera terealisasikan. Ini yang selama ini saya mimpikan, ada penerbangan internasional langsung ke Banyuwangi. Ternyata mimpi itu kini terwujud. Sekarang saya punya mimpi ada penerbangan langsung internasional ke Banyuwangi. Semoga saja ini bisa segera terwujud," kata bupati berusia 44 tahun tersebut. 
Untuk merealisasikan mimpi itu, Anas akan berangkat ke Malaysia, dan berencana untuk bertemu dengan Tony Fernandes, yang merupakan CEO Air Asia. Anas berharap agar Air Asia bisa melakukan penerbangan langsung dari Kuala Lumpur-Banyuwangi atau Singapura-Banyuwangi. 
Keberangkatan Anas ke Malaysia atas undangan pemerintahan Kuala Lumpur Malaysia, untuk presentasi di hadapan 140 Wali Kota se-Malaysia, di Kuala Lumpur. 
Pertemuan 140 walikota tersebut dilakukan dalam dua forum. Forum pertama adalah Tatap Muka dan Sharing Walikota, di Kuala Lumpur Tourism Bureau, pada 9 Agustus. Sehari berikutnya presentasi khusus tentang Banyuwangi, di The Royal Chulan, Kuala Lumpur, pada 10 Agustus.
Dalam kesempatan itu, selain akan presentasi di hadapan 140 wali kota se-Malaysia, Anas juga diundang untuk bertemu dengan Menteri Perdagangan Malaysia. Di Malaysia itulah, Anas akan memanfaatkan kesempatan menjaring relasi. Di sana, Anas sedang mengupayakan untuk bisa bertemu Tony Fernandes.(dtc/lim)

Berita Lainnya :