Polisi Periksa Kejiwaan Peneror Polres Makota



SURABAYA - AAW (53), seorang tukang servis kompor keliling ditangkap karena diduga sebagai pengirim SMS ancaman ke Polres Malang Kota. Polisi berencana memeriksa kejiwaannya.

"Dari hasil interograsi, sementara diketahui pelaku mengalami gangguan mental," terang Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (11/7/2017).
Barung mengatakan, untuk mengetahui secara pasti apakah pelaku mengalami gangguan kejiwaan, penyidik Satreskrim Polresta Malang membawa pelaku ke rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya.
"Pelaku diperiksa psikologi oleh kedokteran forensik," tuturnya.
Selain itu, polisi juga memintai keterangan dari keluarga, tetangga pelaku serta saksi lainnya untuk mengetahui kondisi kejiwaannya.

"Ketika dilakukan pemeriksaan, polisi kan pasti menanyakan yang bersangkutan sehat jasmani dan rohani," ujarnya.
Selama pemeriksaan, jawaban dari pelaku ngelantur, sehingga polisi harus memeriksa kejiwaan pelaku.
"Dites kejiwaannya. Bisa saja dia pura-pura ngelindur atau ngelantur. Kalau orang sinting masa megang handphone," tandasnya.
AAW diduga mengirimkan SMS ke nomor SIAGA Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Malang Kota pada Minggu (9/7) sekitar pukul 15.00.
SMS yang masuk ke SIAGA SPKT berasal dari nomor handphone 087759655*** dan 082140881***. SMS yang dikirim tersebut bertuliskan 'Kalian Pimpinan Polres Malang akan kami bunuh'.
Warga Desa Jodipan Kecamatan Blimbing Kota Malang ini ditangkap pada Senin (10/7/2017) malam. Polisi menyita barang bukti, di antaranya berupa 1 buah handphone merk Cross warna silver dengan dual SIM, 2 SIM card dengan nomor 087759655*** dan 082140881***, 1 unit sepeda warna pink, 1 tas berisi perkakas, sepatu, payung dan pakaian.(dtc/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :