Risma: Pelanggar Tak Lagi Bisa Mengelak Bukti Kamera


SURABAYA - Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya jumlah kecelakaan di jalanan Surabaya. Terutama di jalanan yang relatif lebar seperti Frontage Road Jalan Ahmad Yani.
Menurut Risma, seringkali terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal, dimana sebagian besar kecelakaan ini, adalah kecelakaan tunggal. "Masak harus (mati) konyol seperti itu. Malah ada beberapa hari lalu, yang melanggar, yang menabrak enggak apa-apa. Yang ditabrak meninggal. Ini kan merugikan orang lain," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/8/2017).
Risma mengimbau pengguna jalan raya mematuhi batas kecepatan laju kendaraan meskipun jalan itu lebar atau lengang. "Kalau aturannya 40 kilometer per jam ya patuhi. Kita enggak tahu pas di jalan ada apa," katanya.
Karena keprihatinannya ini, Risma bersama Kombes Pol Mohammad Iqbal, Kapolrestabes Surabaya berencana melaunching tilang online dengan prasarana kamera dan software yang bisa mencatat nopol pelanggar dan jenis pelanggaran.
"Nanti nomor platnya akan tercatat. Kita sudah kondisikan dengan Kejaksaan. Nanti kita koordinasikan dengan Pengadilan, sehingga nanti semua bisa online. Kita foto, kita tagih ke rumah, nanti sidangnya online, bayarnya ke Kejaksaan," kata Risma.
Tidak hanya itu, Pemkot Surabaya, kata Risma juga akan memasang kamera di setiap ruas pedestrian di Surabaya untuk memantau pelanggaran oleh pengendara sepeda motor.
Sebab selama ini, kata dia, masih banyak pengendara motor yang memanfaatkan pedestrian untuk berjalan melawan arus atau karena alasan lain karena jalanan yang macet. "InsyaAllah semuanya sudah siap September ini," ujar Risma. (ss/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :