Seru, Tradisi Karapan Sapi di Pasuruan

 
PASURUAN - Sekitar 7.000 warga menyemut di Lapangan Wonorejo Kabupaten Pasuruan kemarin. Mereka melihat Karapan Sapi yang digelar memeriahkan Peringatan HUT ke-72 RI. Meski digelar tiap tahun, warga tetap antusias melihat puluhan sapi pacu beradu cepat di gelanggang.
Warga dari penjuru Pasuruan bahkan luar kota sudah berduyun ke lokasi sejak pagi. Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf yang dikenal sangat mendukung pelestarian tradisi sebagai kekayaan budaya dan aset wisata juga hadir di tengah-tengah warga.
Perlombaan dimulai pada pukul 10.00 hingga selesai sekitar pukul 14.00. Meski terik menyengat, warga bertahan menyaksikan karapan sapi hingga tuntas. Berlindung di bawah payung, warga terus bersorak dan tak henti memberi semangat pada penunggang sapi-sapi yang beradu cepat.
"Saya sering lihat ke sini. Panas-panas tak masalah pokoknya senang," kata Uswatun, yang datang bersama teman-temannya, Minggu (20/8/2017). 
Bukan hanya orang dewasa, para orang tua juga mengajak anak-anak mereka melihat karapan sapi. "Hampir tiap tahun melihat," ujar Manap, pengunjung lainnya.
Karapan sapi tahun ini diikuti 28 peserta. Perlombaan dibagi dalam 3 kelas, yakni sapi kecil, sedang dan besar.
"Selain peserta dari sini (Wonorejo dan beberapa kecamatan di Pasuruan), kami juga undang peserta dari Probolinggo," kata Abdul Kodir, salah satu panitia.
Sebagaimana perlombaan, karapan sapi ini juga memperebutkan sejumlah piala dan hadiah. Menurut Kodir, sebenarnya bukan hadiah yang dikejar para peserta, namun kebanggaan tersendiri jika sapi-sapinya jadi pemenang.
"Selain itu demi terus mempertahankan tradisi yang sudah berpuluh-puluh tahun dilakukan si Wonorejo," pungkas Kodir.(dtc/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :