Tilang On the Spot Pelanggar Lalin Diujicoba


 
SURABAYA - Dinas Perhubungan bersama kepolisian dan Kejaksaan kembali memanfaatkan kamera tilang untuk menindak tegas pengendara yang terekam. Simpang empat Dharmawangsa-Kertajaya pun dipilih untuk dilakukan penindakan on the spot.
Irvan Wahyudrajad, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengatakan, uji coba penindakan tilang by CCTV akan dilakukan berkala. Hal ini dilakukan untuk mendorong kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas. 
Irvan juga mengatakan, e-tilang ini bagian dari program jangka panjang manajemen penataan lalu lintas secara modern. Pelan-pelan peran teknologi ini tidak perlu lagi melibatkan petugas di lapangan untuk mengawasi dan menjaga arus lalu lintas.
"Kami masih kesulitan saat kirim surat ke rumah masing-masing pelanggar. Kami berharap dari teknologi ini bisa mengurangi (beban, red), petugas tidak perlu berdiri berjam-jam," ujarnya.
Menurut Irvan, landasan hukum penindakan tilang elektronik ini sudah ada yakni Undang-undang No.2 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Sementara itu, untuk mekanisme pengiriman surat tilang beserta bukti pelanggaran ke masing-masing rumah yang di awal uji coba sosialisasi dulu belum bisa diterapkan karena harus menunggu Perkap Kapolri.
"Kami mencoba dengan cara on the spot," katanya. Titik tekannya agar kecelakaan bisa ditekan. Dengan pelanggaran ditekan maka kecelakaan juga bisa ditekan," tambahnya.
Sampai saat ini, Pemerintah Kota Surabaya memasang 1.036 CCTV dengan rincian CCTV yang dipasang dishub sebanyak 436 buah dan 600 CCTV dipasang Dinas Kominfo. Di antara beberapa CCTV di traffic light ini juga menggunakan mode atau fitur perekaman kecepatan kendaraan.
"Tahun ini kita kembangkan kamera dari depan untuk merekam over speed," kata dia. Menurutnya, saat ini sudah ada 5 CCTV semacam itu di simpang Al-Falah Jl Darmo, Jl.Dharmawangsa, Jl. Mayjen Sungkono, Jl Dr Soetomo, dan Jl Diponegoro.  
Menurutnya, pelaksanaan tilang on the spot dengan berdasar tangkapan kamera tilang dilakukan karena sistem tilang kirim ke rumah belum memiliki regulasi. "Ini bagian bentuk dari evaluasi kami bersama selama ini untuk tilang by CCTV. Sebenarnya sama dengan tilang biasa cuma kita sertai alat bukti visual melalui rekaman CCTV," kata Irvan.
Sedangkan regulasi resmi untuk penindakan tilang menggunakan CCTV dan dikirim ke rumah masih menunggu aturan yang resmi dari Kapolri. "Perkap (Peraturan Kapolri) yang mengatur tilang tanpa petugas di lapangan atau langsung kirim surat ke rumah itu belum bisa. Makanya kita pakai on the spot," jelas Irvan.
Dalam ujicoba yang digelar selama 2 jam mulai pukul 10.00 WIB, polisi langsung menghentikan pengendara yang terekam melanggar dan memberikan surat tilang. Para pelanggar didominasi pengendara roda dua yang melanggar marka serta menerobos traffic light.
Beberapa mengelak melanggar, setelah ditunjukkan rekaman visual dan foto akhirnya mengakui kesalahan yang dibuat. "Selain surat tilang, pelanggar juga kami lampirkan bukti visual berupa print. Kami akan terus evaluasi bersama sambil menunggu regulasinya," pungkas Irvan. (ss/dtc/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :