TNBTS : Api dari Puntung Rokok

 
MALANG – Kebakaran kawasan gunung Bromo viral di media sosial. Api yang menyambar kurang lebih 70 hektar lahan di kawasan gunung Bromo itu sudah terjadi sejak hari Sabtu 1 September hingga Senin kemarin. Diduga kuat, penyebab kebakaran adalah human error.  Hal ini ditegaskan Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, John Keneddy, Senin (3/9) siang.
“Kami pastikan, titik awal yang terbakar adalah blok yang seharusnya tidak ada pengunjung. Kami menduga, ada aktivitas manusia di kawasan itu sehingga terjadi kebakaran,” ujar John dalam rilis kepada wartawan di kantor BB TNBTS Jalan Raden Intan Kota Malang, siang kemarin.
Titik api pertama, diketahui muncul di blok Plentongan Resort Lautan Pasir pada Sabtu pagi. Hasil analisa BB TNBTS, api diduga berasal dari manusia yang meninggalkan puntung rokok atau sisa api. Banyaknya rumput dan akasia kering menjadi bahan bakar. Sementara, angin kencang di ketinggian, mempercepat penyebaran api.
Dari pemadaman hari Sabtu hingga Senin, TNBTS mendata ada sekitar 120 titik api di hari pertama. Api yang terkena angin, menyebar dan berlipat ganda hingga 276 titik. Personel yang awalnya hanya sejumlah 100 orang, bertambah sampai 320 personel. Pemadaman api dilakukan dengan cara konvensional.
Yakni, menyiramkan air ke titik api, serta memasang sekat-sekat demi mencegah penyebaran api yang lebih luas. Total, ada 70 hektar lahan di gunung Bromo yang terbakar. “Sampai pagi tadi, sudah berangsur-angsur padam. Laporan terakhir, tersisa 8 titik api di lokasi gunung Bromo,” tutup John. (fin/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :