Tujuh Bulan Ungkap 3.306 Kasus dan 4.057 Tersangka Narkoba


SURABAYA - Selama tujuh bulan di tahun 2017, Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim beserta satreskoba polres jajaran, serta Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Juanda mengungkap 3.306 dan 4.057 tersangka. Barang bukti narkoba yang disita ditaksir senilai Rp 114,891 milliar. Dan diperkirakan menyelamatkan 993.279 jiwa.
"Selama bulan Januari sampai Juli 2017, Polda Jatim dan polres jajaran telah berhasil mengungkap kasus 3.306 kasus dan 4.057 tersangka," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim Kombes Pol Gagas Nugraha di sela pemusnahan barang bukti narkoba hasil operasi rutin kepolisian, kantor pelayanan dan pengawasan bea cukai Juanda di halaman gedung Ditreskoba Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Selasa (15/8/2017).
Barang bukti yang diamankan selama operasi rutin tersebut yakni, narkotika jenis ganja sebanyak 58 kg 203,39 gram. Narkotika bentuk tanaman sebanyak 43 pot. Narkotika jenis sabu seberat 55 kg 530,43 gram. Pil ectasy sebanyak 25.164 butir. Obat keras daftat G sebanyak 1.773.042 butir. Okerbaya 17.894 buah.
Selain itu, kosmetik tanpa izin 14.940 buah dari berbagai merek. Jamu 25 tong, 15 dos, 15.136 botol serta alat produksi jamu. Serta minuman keras sebanyak 54.874 botol. Dari barang bukti tersebut, jika ditaksir harganya dan dapat menyelamatkan jiwa yakni, ganja 58 kg 203,39 gram dikalikan Rp 10 ribu per gram, sebesar Rp 582.033.900.
Ganja yang disita tersebut, dapat menyelamatkan 58.203 jiwa dengan estimasi 1 gram ganja dikonsumsi 1 jiwa. Sabu 55 kg 530,43 gram dikalikan Rp 1,8 juta per gram, senilai Rp 99.954 milliar. Serta dapat menyelamatkan 555.304 jiwa dengan estimasi 1 gram sabu dikonsumsi 10 jiwa.
Pil ekstasi 25.164 butir dengan harga Rp 500 ribu/butir, senilai Rp 12,582 miliar. Serta dapat menyelamatkan 25.164 jiwa dengan estimasi 1 butir pil dikonsumsi 1 jiwa. Obat keras daftar G sebanyak 1.773.042 butir dikalikan Rp 1.000 per butir, senilai Rp 1,773 miliar. Dan dapat menyelamatkan 354.608 jiwa sengan estimasi 1 orang mengonsumsi 5 butir.
Barang bukti seperti okerbaya, kosmetik, jamu tradisional dan minuman keras, harganya bervariatif dan tidak bisa diklarifikasi taksiran harganya.
"Barang bukti ini kita musnahkan, dan serentak polres jajaran ikut memusnahkan. Pemusnahan barang bukti narkoba ini dalam rangka memperingati HUT ke 72 Republik Indonesia," tuturnya.
Mantan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak ini menambahkan, BB yang dimusnahkan adalah temuan dan sebagian barang bukti yang disisihkan sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

Selain itu, barang bukti juga sebagian sudah dimusnahkan di hadapan anggota Komisi III DPR RI pada Maret lalu. Terdiri dari sabu 100 gram, ganja 140 gram, obat daftar G 27.880 butir dan minuman keras 1.003 botol.
"Pak Kapolda Jatim mengapresiasi para kasubdit, kanit Ditreskoba Polda Jatim serta para kasat reskoba polres jajaran, yang menunjukkan semangat tinggi dan berprestasi," jelas Gagas.
Pemusnahan barang bukti narkoba di Polda Jatim pada hari ini, disaksikan Waka Kejati Jatim Djunaidi, perwakilan dari kantor pelayanan dan pengawasan bea cukai Juanda, hingga ormas antinarkoba.
Sebelum dimusnahkan, petugas dari Labfor Mabes Polri Cabang Polda Jatim, terlebih dahulu menguji kandungan barang bukti jenis sabu.(dtc/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :