Usai Kencingi Taman Kota, Sopir Taksi Ditemukan Tewas


SURABAYA - Jangan kencing disembarang tempat. Begitu nasehat orang-orang tua terdahulu. Mungkin, nasehat ini yang dilanggar Mursidi, 53. Setelah kencing di Taman yang terletak di median pembatas jalan, warga Jalan Simorejo 30/15, Surabaya ini ditemukan tewas.
Ditemukannya, tubuh sopir taksi Express ini membuat orang yang melintas di Jalan Frontage Road Ahmad Yani sisi barat depan Bank BNI, Gayungan Surabaya mendadak heboh Sabtu pagi (7/7). 
Pertama kali jenasah korban ditemukan oleh salah seorang warga. Kemudian dilaporkan kepada rekan sopir. Tak berselang lama supervisor perusahaan taksi datang ke lokasi bersama rekan sopir. Melihat korban sudah tak bernyawa kemudian melapor ke Polsek Gayungan. 
"Mendapat laporan itu kami menuju lokasi dan melakukan olah TKP," ujar Kanit Reskrim Polsek Gayungan Iptu Philips R Lopung, Sabtu (7/7).
Philips menambahkan, sebelum ditemukan tewas, korban bermaksud akan bertukar pengemudi dengan sesama rekannya sopir. Namun belum sempat bertemu rekannya saat itu korban berhenti di lokasi untuk buang air kecil. "Diduga korban jatuh usai buang air kecil di sekitar jembatan," sambungnya.
Saat ditemukan, resleting celana korban masih terbuka. Sementara taksi korban diparkir jarak tiga meter dari lokasi. Barang-barang berharga milik korban juga tidak ada yang hilang "Dari hasil olah TKP dan identifikasi tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban," tegasnya.
Menurut keterangan rekan korban, tiga hari sebelum meninggal korban kerap mengaku sakit kepala. Sedangkan dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat sakit sakit asam urat.  "Kematian korban diduga karena sakit. Dan belakangan menurut keterangan keluarga, kondisi korban juga kurang fit," tegasnya.
Setelah proses identifikasi selesai jenasah korban lantas dibawa ke kamar mayat RSU dr Soetomo Surabaya untuk dimintakan visum.(rus/rtn/jpr/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :