13 Pria Tak Takut KB


BATU - Minat warga Kota Batu mengikuti program KB metode operasi pria (MOP) cukup lumayan besar. Seperti yang terlihat dalam program pelayanan KB di depan Gedung Pancasila, Balai Kota Among Tani, Sabtu (23/9), sebanyak 13 akseptor mengikuti program ini.
Peserta langsung dilakukan operasi vasektomi di atas bus operasi, milik BKKBN Provinsi Jatim dan milik  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (DP3KB) Pemkot Batu.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan, ke-13 akseptor ini diperbolehkan menjalani operasi, peserta termuda berusia 33 tahun dan tertua 55 tahun. Tidak hanya warga biasa menjadi peserta, Aparatur SIpil Negara (ASN) dan penyuluh KB juga ikut menjalani operasi.
“Alhamdulillah, seiring dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya ber-KB, semakin lama jumlah akseptor pria semakin meningkat. Dalam satu hari ada 13 peserta ini sudah termasuk besar. Biasanya, dalam kegiatan seperti ini hanya ada satu atau dua orang,” ujar dr Susan Indahwati, Kasi KB dan Kesehatan Reproduksi, DP3KB.
Dalam pelayanan ini, dikerahkan lima dokter dari Provinsi dan dua dokter dari Pemkot Batu. Meski demikian, jumlah peserta MOP di Kota Batu saat ini masih kalah dengan jumlah peserta MOW (Metode Operasi Wanita).
Susan bersyukur dari hasil pemeriksaan kesehatan calon akseptor, seluruh peserta diperbolehkan menjalani operasi. Biasanya ada peserta yang dilarang untuk meneruskan operasi, karena menderita hernia, kelainan testis, atau penyebab lainnya yang bisa menimbulkan kerawanan saat operasi.
Dulu, banyak warga enggan ikut MOP karena beranggapan operasi kecil ini bisa mengakibatkan impotensi. “Hal itu tidak benar, operasi ini tidak menganggu aktivitas seksual,” ujar Susan.
Selain itu, dia menekankan bahwa selepas MOP, pasien diminta untuk melakukan pemeriksaan sperma sebanyak tiga kali, yakni satu bulan, tiga bulan dan satu tahun setelah tindakan.  Hal ini dilakukan untuk menguji kondisi saluran pembenihan steril.
Tindakan operasi ini ternyata tidak membutuhkan waktu lama. Peserta hanya butuh waktu 15 menit untuk melakukan operasi ini. Seperti Indra Purnama, penyuluh KB juga ikut menjadi peserta MOP.
 “Tidak sakit kok, saya hanya merasakan perut mules. Sekejap sudah selesai operasinya, tidak terasa sakit sama sekali,” ujarnya. Selama ini, Indra sudah memiliki satu anak laki-laki dan dua anak perempuan. “Sudah lengkap anak saya, saatnya saya untuk KB,” ujarnya sambil tersenyum. (dan/feb)

Berita Lainnya :