magista scarpe da calcio 1822 Seniman Meriahkan Pawai Budaya


1822 Seniman Meriahkan Pawai Budaya

 
BATU - Pawai budaya menjadi kegiatan paling heboh dalam Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah (Rakorkomwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-14 di Kota Batu. Sebanyak 1822 seniman dari Kota Batu dan 13 kota peserta APEKSI memeriahkan pawai budaya di Jalan Panglima Sudirman Kota Batu, Rabu (18/4). 
Peserta pawai budaya APEKSI berjalan sekitar satu kilometer untuk memamerkan kesenian daerahnya masing-masing. Dimulai sejak pukul 12.30 WIB, peserta berangkat dari depan Hotel Arjuno Jalan Panglima Sudirman menuju panggung kehormatan depan Rumah Dinas Wali Kota Batu.
Mereka beratraksi selama tiga menit kemudian finish di depan Balai Kota Among Tani Sebagai tuan rumah, Kota Batu bakal menampilkan sembilan jenis kesenian seperti drumband, sanduk, tari petik tetanen, musik perkusi, jaran kepang, reog, bantengan dan tentunya ikon kesenian yaitu glendo barong. 
Salah satu seniman glendo barong, Sunarto, mengatakan jika dia bakal menyambut peserta pawai dan tampil di panggung Balai Kota Among Tani. 
"Kami yang tergabung dalam kelompok kesenian glendo barong Kota Batu sangat bangga karena dapat tampil di panggung menyambut para peserta pawai. Apalagi glendo barong kepruk saat ini menjadi identitas Kota Batu," ujar Sunarto kepada Malang Post.
Dia menjelaskan, selain glendo barong belasan reog, jaran kepang dan bantengan meramaikan rute pawai. Demi mendukung kelancaran acara tersebut, pihaknya telah mempersiapkan ritual dengan sakral.
"Untuk tampil besok, kami sudah persiapkan semuanya, termasuk melakukan ritual yang sangat sakral dan meminta restu kepada pencipta agar semua diberikan kelancaran," beber Komite Seni Tradisi Dewan Kesenian Kota Batu ini.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono mengatakan, dalam pawai budaya pihaknya ingin mengangkat dan memberitahukan bahwa Kota Batu memiliki banyak jenis kesenian dan seniman. Semua itu diharapkan mampu mendongkrak wisatawan lokal maupun mancanegara.
Melalui tema "Merawat Seni Tradisi, Menuju Kota Pariwista Berbudaya" Imam menjelaskan, selain pawai budaya Rabu (18/4), pihaknya juga bakal menyuguhkan tampilan seni dari berbagai seniman Kota Batu hari pertama dan kedua. Kesenian ini mulai tarian daerah dan musik tradisonal.
"Kami juga menyuguhkan pertunjukan panggung seperti tari dan musik daerah selama dua hari sebagai wadah bagi seniman Kota Batu untuk menunjukkan eksistensinya," imbuhnya.
Untuk peserta dari beberapa kota juga akan menampilkan kesenian daerahnya. Kota Malang membawakan grebeg topeng, Mataram dengan perjae besutan, Denpasar tari kecak, Mojokerto dengan tema kerjaan.
Sedangkan Kota Madiun dengan Soleh Madiun serta Kediri membawa kesenian Songgolangit Petembojo. Sementara itu Kabag Humas Pemkot Batu Santi Restuningsasi menambahkan, pawai budaya mendapat pengamanan ketat dari Polres Batu, Satpol PP dan Dishub.
"Tak hanya penjagaan, kami juga akan memberikan pagar pembatas agar tidak terjadi kemacetan,’’ paparnya.
Pemberian pagar pembatas karena rute pawai yang pendek. Dipastikan, pengunjung akan bertumpu pada satu titik. Pihaknya juga berharap, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini ada partisipasi dari masyarakat Kota Batu. (eri/feb)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang