2019, JTP Group Gelar 18 Event


BATU - Jumlah kunjungan wisata di Kota Batu setiap tahun selalu mengalami peningkatan. Hal tersebut tak lepas dari agenda tahunan yang dimiliki tempat-tempat wisata. Salah satunya adalah Jatim Park Group yang bakal menggelar 18 event pada tahun 2019.
Marketing and Public Relation Manager Jawa Timur Park Group, Titik S Ariyanto mengatakan, saat ini pihaknya telah membuat kalender even tahunan. "Kami telah membuat kalender even tahunan selama 2019. Totalnya ada 18 even yang akan digelar," ujar Titik kepada Malang Post, Sabtu (26/1).
Ia menjelaskan, dari seluruh even tersebut cakupannya bersifat lokal, regional, maupun nasional. Beberapa even yang telah diagendakan tingkat nasional seperti Koi Show pada 16 Juni, Jazz Festival yakni 17-18 Agustus, Cat Show pada 6 Oktober, Colour Fun pada 15 November.
Sedangkan untuk tingkat regional seperti Dance Competition pada 14 Februari, Night Drone Contes digelar 9-10 Maret, Pastic Free pada 16-17 Maret, Lomba Patrol pada 17 Mei, Marching Band dan Auto Fest mulai 21-30 September.
Menurutnya dengan adanya agenda tahunan ini, ia berharap bisa bersinergi dengan Pemkot Batu. Sehingga kunjungan wisatawan semakin meningkat. "Selain itu, dengan adanya kalender even ini wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Batu bisa menjadwalkan jauh-jauh hari," imbuhnya.
Sementara itu, Humas Himpunan Pengusaha Pariwisata Indonesia (HPPI), Andry Darmawan menambahkan, jika kalender even tahunan daerah adalah hal penting. Tak hanya bagi pemerintah daerah, tetapi bagi pelaku usaha dan wisatawan. Dengan adanya kalender even wisata, lanjut dia, setidaknya bisa menguraikan kemacetan di saat even digelar. Sehingga wisatawan bisa memilih kapan datang ke Kota Batu.
"Ini juga penting bagi perusahaan yang akan mengadakan meeting di Batu agar tidak terjebak macet saat ada festival yang menutup jalan utama. Serta agar tidak merugikan jasa travel karena waktu yang molor, hotel yang terlanjur dipesan, maupun masyarakat umum dalam menjalankan aktifitas sehari-hari," paparnya.
Selain itu, dengan adanya kalender wisata yang matang akan membuat pelaku wisata merancang anggaran untuk even yang akan diikuti dalam satu tahun ini. Khususnya untuk perhitungan even eksternal. (eri/udi)

Berita Terkait