8 Parpol Tak Tertarik Sosialisasi


BATU - Ratusan masyarakat Kota Batu memadati halaman Timur Balai Kota Among Tani dalam gelaran Pemilu Run 2019, (7/4). Sayangnya kegiatan yang digelar dengan tujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu pada tanggal 17 April mendatang ini tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh partai-partai politik peserta Pemilu. Buktinya, dari 14 partai peserta Pemilu 2019 di Kota Batu, hanya enam parpol yang memanfaatkan stand sosialisasi yang sudah disediakan oleh KPU. Yaitu PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa, PBB, PSI dan Perindo. Sementara 8 parpol lainnya absen dan tak tertarik untuk memanfaatkan acara yang digelar semarak dan bertabur doorprize dan kuis berhadiah ini. Padahal seharusnya momen ini menjadi penting untuk menyosialisasikan dan mengenalkan para caleg-caleg dari masing-masing parpol kepada masyarakat.
Rachman T, 42, salah satu warga Sekar Putih, Desa Pendem Kecamatan Junrejo menyangkan absennya banyaknya parpol peserta Pemilu dalam acara kemarin. "Acaranya bagus, tapi sayang kurang dimanfaatkan oleh parpol-parpol untuk mengenalkan para caleg-calegnya," ujar Rachman kepada Malang Post, Minggu (7/4).
Ia mengatakan, Pemilu Run yang seharusnya bisa dimanfaatkan Parpol malah dimanfaatkan oleh para penjual HP dan sepeda motor. "Harusnya para caleg DPRD Kota Batu ikut serta. Sehingga masyarakat tahu seperti apa calonnya. Setidaknya wajah mereka bisa dikenali masyarakat," tambahnya.
Rachman sendiri mengakui tak banyak kenal dengan para caleg DPR RI dan DPRD Provinsi. Begitu juga dengan Caleg DPRD Kota/Kabupaten, yang hanya beberapa dikenalnya. Sehingga dalam Pemilu 2019 hanya pilihan untuk Capres dan Cawapres yang terlihat jelas bisa dipilih.
Sementara itu beberapa Parpol yang ikut serta beserta calonnya membagi-bagikan brosur hingga baju kepada peserta. Bahkan salah satu stand partai menyediakan kopi bagi peserta Pemilu Run.
Ketua KPU Kota Batu, Saifudin Zuhri mengatakan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan partisipasi pemilih masyarakat di Kota Batu meningkat dari Pemilu sebelumnya.  Ia memaparkan, dalam setiap gelaran Pemilu partisipasi masyarakat dalam memilih selalu meningkat. Pada tahun 2009 angka partisipasi 77 persen, dan tahun 2014 sebesar 82,5 persen.
"Tahun ini kami ingin targetkan mencapai 90 persen untuk partisipasi pemilih dari 155.366 DPT. Sebelumnya partisipasi pemilih di Kota Batu tertinggi se Jatim waktu Pilkada," terangnya.
Walikota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si yang melepas peserta Pemilu Run mengatakan, Pemilu 2019 merupakan momen penting bagi bangsa Indonesia untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat . "Ini merupakan momen penting bagi bangsa untuk memilih Presiden, DPD, DPR dan DPRD Provinsi maupun Kota/kabupaten. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 17 April mendatang," ajaknya. (eri/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :