Ajak Istri Wali Kota Petik Apel

 
BATU – Potensi pertanian menjadi salah satu unggulan Pemkot Batu untuk peserta Rapat Koordinasi Komwil (Rakomwil) IV APEKSI ke-14 yang buka, Selasa (17/4) besok. Melalui agenda Ladies Program City Tour, Pemkot Batu mengajak istri 12 kepala daerah mengunjungi potensi pertanian, khususnya wisata petik apel dan sayur organik di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.
Pelaksana agenda Ladies Program City Tour, Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono mengatakan, pihaknya memperkenalkan dan menunjukkan kepada para peserta bahwa apel sebagai ikon Kota Batu masih tetap ada hingga saat ini. Apalagi pertanian apel menjadi program prioritas Dinas Pertanian Kota Batu.
"Pada agenda penutup Apeksi, Ladies Program City Tour akan mengajak istri kepala daerah untuk memetik buah apel yang merupakan ikon Kota Batu.Tidak hanya memetik, kami juga memberikan edukasi terkait pertanian organik di Kota Batu," ujar Sugeng kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, peserta nantinya akan memanen apel jenis rome beauty dan manalagi. Saat ini keuad jenis apel ini menjadi komoditas pertanian apel di Kota Batu dan dipasarkan hingga luar daerah. Selain petik apel, peserta juga diajak memetik hasil pertanian sayur organik.
Ia mengungkapkan, dengan mengajak ke peserta melihat pertanian organik, diharapakan bisa menjadi ide atau membuka pasar baru bagi daerah lain. Tentunya, mereka bisa mengambil hasil pertanian organik dari Kota Batu.
Apalagi saat ini sudah ada aplikasi yang dapat membantu mereka melihat harga, hasil pertanian dengan berinteraksi dan bertransaksi langsung dengan pedagang di seluruh Indonesia dan mancanegara.
"Kita ingin mengangkat petani di Kota Baru yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Petani (GAPOKTAN). Tak haya itu kami juga akan mengajak peserta untuk memetik sayuran organik yang dihasilkan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu seperti sayur dan tomat," paparnya.
Hasil produk pertanian diolah juga ikut dalam pameran. Sehingga peserta tahu jika hasil pertanian dari petani tidak hanya dijual mentah, tetapi sudah menjadi produk matang dengan tujuan untuk mengangkat harga jual dan menguntungkan petani atau pelaku UMKM.
"Kami ingin potensi pertanian, pariwisata dan UMKM yang dimiliki Kota Batu ini bisa terintegrasi secara maksimal. Dengam begitu akan menjaga ketahanan pangan dan berimbas pada pertumbuhan ekonomi masyarakat," tandasnya. (eri/feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...