Andre Launching Keripik, Pengusaha Lokal Harus Bersaing


BATU - Menyusul banyaknya artis membuka usaha kuliner atau oleh-oleh, Andre Taulani membuat Ini Keripik untuk camilan masyarakat Malang Raya serta wisatawan. Andre melakukan launching oleh-olehnya di pusat Oleh-Oleh Fariz, Kota Batu, Minggu (11/3) .
Launching keripik buatan penyanyi dan komedian ini dihadiri Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. Orang nomor satu di Pemkot Batu ini mengucapkan selamat atas dibukanya usaha keripik milik Andre.
“Warga Kota Batu jangan mau kalah orang Banyuwangi, Surabaya, Jakarta untuk membuat produk di kota kita ini. Saya sebagai Wali Kota sangat berterima kasih atas kepercayaan Mas Andre atau siapa saja terhadap kota ini,” ujar Dewanti.
Ia mengatakan pernah merasakan keripik di luar negeri. Saat itu ada keripik berbahan sayur, bentuk dan warna sama dengan sayuran asli, rasanya pun sama dengan aslinya. Sayur tersebut diambil airnya saja sehingga menjadi keripik.  
Dewanti sempat bertanya-tanya terkait dengan proses pembuatan keripik di luar negeri tersebut. Dia ingin pengusaha lokal bisa membuatnya. “Olahan sayur di sini belum ada, karena memang butuh mesin khusus. Pemkot Batu akan menyiapkan mesin itu kalau dibutuhkan pengusaha lokal. Kita akan bersaing ya Mas Andre, tapi dengan persaingan sehat,” ujar Dewanti.
Dewanti menegaskan, banyak produk, seluruhnya akan terserap oleh pasar. Karena dari tahun ke tahun jumlah wisatawan ke Kota Batu semakin banyak. “Mudah-mudahan setelah ada desa diberdayakan akan menjadi pasar yang luar biasa bagi penjual keripik seperti Mas Andre,” ujarnya.
Dari catatan Malang Post, selama ini sudah banyak produksi aneka keripik dari Kota Batu. Keripik tersebut dibuat oleh pengusaha atau UKM lokal dan banyak dijual pada objek wisata tempat oleh-oleh. Keripik apel sangat populer di Kota Batu. Selain itu, keripik nangka, keripik kentang, tempe dan masik banyak lagi aneka keripil lokal.
Sementara itu, Andre mengatakan saat ditawari seorang teman membuka usaha kuliner, ia sama sekali tidak tertarik. “Karena saya bukan follower, saya berpikir kenapa kita harus bikin kue, saya ingin membuat yang beda. Setelah semedi tiga sampai lima hari, akhirnya kita bikin Ini Keripik,” ujar Andre menjelaskan kenapa ia memilih keripik.
Ia memilih keripik karena varian makanan ini bisa menjadi oleh-oleh yang simpel bisa di bawa kemana-mana. Kenapa ia memilih Malang Raya, karena Malang Raya tidak hanya terkenal di Indonesia, tapi juga luar negeri.
“Orang Thailand datang ke Kota Batu ngomong kalau kota ini bagus, kita harus bangga menjadi orang Indonesia karena Indonesia punya Kota Batu,” ujar Andre. Ia mengatakan kenapa memilih Malang Raya, karena daerah ini sangat kaya dengan bahan baku keripik. Ada banyak varian keripik yang akan dibuat oleh Andre, namun baru lima varian siap, yakni apel, kentang, pepaya, tempe dan mangga.
“Sebenarnya varian lain sudah siap, tapi kita memaksimal rasa, kita terus mengkaji, kurangnya diperbaiki lagi,” ujarnya sembari menambahkan keripik ini dikemas dalam sebuah kemasan apik, yakni 60 gram, 80 gram dan 100 gram. (dan/feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :