Barang Bekas Jadi Interior Rumah


Barang bekas memiliki banyak manfaat jika berada di tangan yang tepat. Misalkan mobil-mobilan bekas, poster lawas, miniatur vespa, jam dinding mati, velg sepeda motor vespa, mainan anak-anak, mesin tik, hingga kaset radio lawas. Ditangan dingin Candra Budi Adi, barang bekas itu menjadi barang bernilai ekonomis.
Candra, sapaan akrabnya mulai mengumpulkan benda-benda klasik itu sejak tahun 2009. Bahkan sebelum dirinya berkeluarga hingga sudah memiliki satu anak.  Barang-barang bekas itu dapat ditemui di ruangan berukuran 4x4 meter milik Candra Budi Adi di Jalan Pattimura gang 7 nomor 26 RT 3 RW 7, Kelurahan Temas, Kec/Kota Batu.
Ratusan barang bekas itu tersusun rapi. Mulai di meja dan seluruh tembok yang mengelilinginya.
"Saya sangat gemar mengoleksi barang-barang antik. Alasannya barang lawas bagi saya memiliki nilai seni yang tinggi," ujar Candra kepada Malang Post.
Bapak satu anak ini menceritakan, selain memiliki seni tinggi. Barang lawas menurutnya sangat sulit dicari. Barang lawas itu menjadi kemewahan tersendiri baginya.  "Jadi barang lawas itu carinya susah-susah gampang. Ada yang dapat dirongsokan. Dikasih teman dan tak sengaja jalan terus ketemu," papar pecinta vespa ini.
Selain itu, laki-laki kelahiran Malang, 4 Oktober 1989 ini mengakui, barang bekas yang ia dapat berasal dari berbagai daerah, seperti Blitar, Kediri hingga Jawa Tengah. Salah satunya adalah miniatur sepeda yang ia dapat saat ikut touring vespa bersama komunitasnya.
Barang bekas yang didapatnya tak semuanya mulus. Karena itu ia harus memolesnya terlebih dahulu. Agar barang bekas yang didapat sedap dipandang mata dan meningkat harga jualnya. Ia tak hanya untuk koleksi, tapi juga menjual barang antik tersebut.
Untuk harga barang bekas yang didapat alumnus SMK Ma'arif Batu ini, mengaku tak perlu mengeluarkan banyak uang. Hanya cukup menimbang Rp 7000 per kilogram. Maksimal tak lebih dari Rp 100 ribu untuk mendapatkannya untuk yang ukuran kecil seperti jam hingga kaset bekas.
Dari ratusan barang bekas yang ia dapat. Harga yang paling mahal adalah miniatur sepeda dengan harga Rp 500-700 ribu. Untuk kemudian ia poles agar semakin cantik dan dijualnya dengan harga mencapai Rp 3,5 juta.
"Intinya untuk mendapat barang-barang antik itu cuma perlu sering-sering main ke pasar loak saja di berbagai daerah. Kalau ada yang tertarik langsung ambil. Masalah laku tidaknya urusan belakang," pungkasnya. (eri/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :