BBPP Produksi Telur Omega 3

 
BATU - Berbagai temuan peternakan terus diperoleh Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Kini, mereka memproduksi telur ayam mengandung Omega 3 dengan banyak manfaat untuk tubuh. Kandungan gizi lebih banyak, harga jual telur tersebut dua kali lipat harga telur biasa.
Ketua Instalasi Unggas BBPP Batu, Wasis Sarjono mengatakan, instalasi ayam Petelur BBPP Batu ada 984 ayam petelur menghasilkan telur Omega 3 setiap hari. Ayam tersebut menghasilkan 89 persen hingga 97 persen telur Omega 3.
“Puncak produksi Februari hingga Agustus, yaitu 90 hingga 97,8 persen dari jumlah populasi ayam. Sedangkan terendah 89 persen dari populasi,” ujar Wasis, sapaannya kepada Malang Post. Ia menjelaskan, ayam di BBPP Batu berusia 12 bulan dengan maksimal produksi 18 bulan. 
Saat ayam mulai menurun produksi, 50 persen diganti ayam baru. Itu agar tidak ada kerugian biaya pakan dengan hasil produksi.  Karena, lanjut Wasis, untuk memproduksi telur Omega 3 memerlukan racikan khusus dan berbeda dengan ayam petelur biasa.
“Untuk pakan ayam, kami beri suplemen minyak ikan. Dengan campuran antara satu sampai tiga persen dari total pakan dalam bentuk tepung,” bebernya. Ia menguraikan, untuk menghasilkan telur Omega 3 pakan tersebut terdiri dari jagung, dedak, konsentrat dan dominan protein 19 persen. 
Sebanyak 120 gram untuk satu ekor ayam dan menghasilkan delapan butir telur.  Dari konsumsi pakan itu, perbandingan harga memang berbeda. Biaya pakan yang menghasilkan telur Omega 3, mencapai Rp 6.200 per kilogram. Sedang untuk telur biasa, Rp 5.300 per kilogram.
“Telur Omega 3 seharga Rp 2.250 per butir dan harga telur biasa Rp 1000 per butir. Jadi ini sangat menguntungkan bagi peternak ayam petelur," bebernya.  Saat ini, imbuh dia, telur yang diproduksi BBPP telah dikirim ke luar daerah seperti Lamongan dan beberapa apotik di Kota Batu. 
Namun, Wasis menyangkan di Kota Batu belum ada peternak telur Omega 3. Pihaknya tahun depan melakukan pelatihan bagi sentra atau kelompok ayam petelur. Apalagi melihat perbedaan dari manfaat yang dikandungnya sangat bagus. 
Diantaranya, bebas salmonel, bebas antibiotik, kolesterol rendah, meningkatkan kecerdasan pada anak dan balita, mengurangi penyakit jantung, kanker dan arthritis, menjaga kesehatan tubuh, serta sebagai antioksidan pencegah stress.
“Perawatan sebenarnya mudah. Mengingat manajemen pemeliharaan peternak sudah sudah dikuasai setiap peternak telur. Tinggal manajemen pemasaran dan pengaturan pakan saja. Itu hanya membutuhkan tiga hari untuk belajar,” pungkasnya. (eri/feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :