magista scarpe da calcio BOSDA Rp 20 M Cair


BOSDA Rp 20 M Cair


 
BATU – BOSDA Kota Batu 2018 tahap pertama cair, Senin (12/2). Penyerahan BOSDA tersebut langsung dilakukan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko kepada perwakilan Kepala Sekolah di Gedung Pancasila Balai Kota Among Tani. Pemkot Batu menganggarkan BOSDA tahap pertama ini sekitar Rp 20 miliar untuk siswa PAUD, SD dan SMP.
BOSDA puluhan tahap pertama ini dengan jumlah puluhan miliar ini berlaku untuk operasional Januari hingga Juni. Penyerahan BOSDA tersebut bersamaan dengan pengukuhan pengawas dan Kepala SD dan SMP di Kota Batu. 
Hadir juga dalam penyerahan BOSDA tersebut Cahyo Edi Purnomo, Ketua DPRD Kota Batu. Dia berharap, dana tersebut digunakan sesuai peruntukannya sehingga siswa mendapatkan pendidikan secara layak.
"Total, APBD Kota Batu memberikan Rp 83 miliar untuk alokasikan pendidikan. Sekarang BOSDA cair sekitar Rp 20 miliar dan  semoga pendidikan di Kota Batu mampu bersaing. Endingnya, siswa bisa belajar sungguh-sungguh," tegas Cahyo.  
Sementara itu Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menjelaskan, kualitas pendidikan anak bisa berkembang berdasarkan keingingan orang tua, anak dan fasilitas. Dia kemudian menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan beberapa siswa di lapangan di Bumiaji. Saat itu, ia menanyakan cita-cita beberapa anak SD.
"Saya tanya, pingin jadi guru, dokter atau apa…... ternyata mereka malah menjawab mau ngarit (merumput)," ujar Dewanti. 
Jawaban sang bocah ini menjadi obrolan dengan Eddy Rumpoko, suaminya. Berawal dari sebuah obrolan tersebut, muncul kesimpulan bahwa Pemkot harus memberikan fasilitas sebesar-besarnya. Hal itu untuk mengimbangi pandangan masyarakat tentang pendidikan. 
"Dalam aturan, alokasi APBD untuk pendidikan adalah 20 persen. Kita malah melebihi aturan karena lokasi APBD mencapai 28 persen. Kota Batu tidak boleh kalah dengan kota lain, semua itu kami lakukan karena  kami tidak ingin meninggalkan jabatan tanpa meninggalkan sesuatu yang positif," tambah Dewanti. 
Dia memiliki cita-cita 80 persen lapangan pekerjaan di Kota Batu diisi warga Batu. "Jangan salahkan orang mengisi lowongan kerja dari luar kota karena kita tidak menyiapkan kualitas sumberdaya manusia," tambahnya. 
Mantan Ketua PRSI Kota Malang ini meminta Kepala Sekolah mengelola bosda dengan benar sehingga bermanfaat untuk siswa. Sementara itu Mistin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu mengatakan, Bosda tahap I untuk alokasi Januari sampai Juni 2018. 
PAUD mendapatkan Rp 1,5 juta perlembaga perbulan, SD/MI sebesar Rp 25 ribu perbulan persiswa, SMP/MTs sebesar Rp 35 ribu persiswa per bulan. Selain itu, kata dia, masih ada tambahan anggaran nutrisi dan susu Rp 9600 persiswa perbulan, Rp 15 ribu persiswa perbulan.
"Tahap pertama BOSDA ini adalah Rp 20 miliar. Tahap kedua nanti dicairkan setelah Juni," ujar Mistin.
Pihaknya juga melakukan pengukuhan 12 pengawas dengan 25 Kepala SD dan SMP di Kota Batu. (dan/feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top