BPBD Gelar Penyelamatan Pekerja di Ketinggian

Peserta melakukan simulasi penyelamatan korban di ketinggian mengenakan tali untuk meraih lisensi TKPK Level II di di Posko BPBD di Desa Punten, kemarin.
 
BATU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Batu menggelar pelatihan keahlian kehumasan dan info media dalam penanggulangan bencana di Posko BPBD di Desa Punten, Kamis (28/3) kemarin. Tujuannya agar sajian data mengenai kebencanaan bisa cepat, akurat dan tepat disampaikan ke media massa sebagai corong informasi di masyarakat. Secara bersamaan BPBD juga menggelar pelatihan Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK) Level II.
Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Batu, M Rochim mengatakan pelatihan diikuti oleh 30 peserta dari staf BPBD, relawan dan tiap kecamatan di Kota Batu. Dalam pelaksanaanya peserta diberi materi meliputi pencarian dan pengolahan data, gambar, dan video agar sesegera mungkin didistribusikan ke masyarakat melalui media massa. 
"Bagi peserta yang ikut dibekali teknik menulis jurnalistik, teknik reportase, pengambilan foto dan videografi. Serta kita latih untuk berbicara di depan publik. Sehingga informasi kebencanaan yang disampaikan sesuai dengan data,” ujar Rochiim kepada Malang Post kemarin. 
Tak hanya itu, lanjut dia, peserta juga dilatih bagaimana menggelar konferensi pers dan teleconference di lokasi bencana. "Selama ini kami telah membuat pers rilis setiap bulannya. Tapi belum mengundang media massa. Karena itu ke depan setiap bulan kami akan undang secara langsung dan menyampaikan apa yang terjadi dan yang telah ditangani akibat bencana," bebernya. 
Selain pelatihan kehumasan dan info media, BPDD secara bersamaan juga menggelar pelatihan Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK) Level II. Pelatihan dilakukan berkat kerjasama dengan Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3) di bawah Kementerian Tenaga Kerja dan penggiat alam dari Yepe Malang. M. Hadi selaku tenaga ahli dari PJK3 menambahkan, TKPK Level II ditujukan untuk pekerja di ketinggian untuk penyelamatan diri sendiri dan orang lain ketika terjadi kecelakaan. Mengingat para pekerja di ketinggian harus benar-benar tersertifikasi atau mampu mengoperasionalkan alat-alat pengaman seperti tali saat bekerja. 
"Untuk peningkatkan kompetensi sebenarnya wajib dimiliki bagi anggota BPBD hingga pekerja di ketinggian. Ini sesuai Permen Ketenagakerjaan No 9 Tahun 2016 yang menjelaskan bahwa pekerja di ketinggian harus memiliki lisensi," bebernya. 
Peserta yang ikut juga harus memenuhi persyaratan. Yakni mampu melampirkan look book atau buku kerja dengan minimum waktu kerja 500 jam kerja pada akses tali atau ketinggian.  "Begitu juga untuk lulus atau mendapat lisensi. Peserta harus memilih empat metode dari 13 metode penyelamatan untuk dipraktikkan," pungkasnya.(eri/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :