Dewan Beri Dukungan, Pemilik Tanggung Kerugian


BATU - Wali Kota Batu terpilih, Dewanti Rumpoko mengharapkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memberikan edukasi kepada pelaku industri kecil. Edukasi dilakukan agar peristiwa meledaknya ketel di RW 1 Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu, Senin (14/8) tidak terulang lagi.
Pelaku usaha juga harus memperhatikan dan mewaspadai segala aktivitas produksi. Karena lokasi usaha mereka berada di tengah permukiman penduduk dan tetap harus mengedepankan keselamatan para pekerjanya.
Hal itu dikemukakan Ketua Penggerak PKK Kota Batu ini saat memberikan dukungan moral kepada para korban ketel meledak, Selasa (15/8) kemarin.
“Pelaku industri kecil harus diberikan masukan atau edukasi. Bagaimana pengusaha terus memperhatikan dan waspada terhadap segala aktivitas produksinya agar peristiwa ini tidak terjadi lagi,” ujar Dewanti.
Peristiwa ini terjadi akibat kelalaian. Hal tersebut menurut Dewanti bisa dimaklumi karena manusiawi. Namun, Dewanti menegaskan agar melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi peristiwa sama.
Dalam kunjungannya tersebut, Dewanti bersyukur karena tidak ada korban jiwa, padahal jumlah rumah rusak sangat banyak. “Saya sangat terharu, ini adalah musibah. Semua pihak tidak saling menyalahkan. Sebaliknya, secara bergotong royong bersama-sama menyelesaikan permasalahan ini dan berpikir ke depan, agar produksi tempe bisa berjalan lagi,” ujar Dewanti.
Selasa (15/8) pagi kemarin, warga, relawan bencana, TNI dan Polri ikut serta dalam pembersihan puing-puing. Mereka berasal dari BPBD Kota Batu, TRC PB, Tagana, FPRB, Relawan BPBD, Pusdalops BPBD dan Brantas.
Senin (14/8) malam, BPBD menyerahkan sembako, terpal, tikar dan berbagai kebutuhan hidup untuk warga yang terdampak bencana. “Tadi pagi (kemarin-red) BPBD sudah koordinasi dengan Sandra (pemilik Ketel-red), beliau bersedia menanggung seluruh kerugian kepada warga terdampak,” ujar Rochim, Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Batu.
Dari pendataan BPBD dari lima rumah terdampak, ada tambahan satu rumah lagi menjadi terdampak dengan kerugian sebesar kurang lebih Rp 190 juta. Kerusakan terbesar disebabkan karena bangunan rusak.
Terkait dengan pengurangan resiko bencana, dalam waktu dekat BPBD akan berkoordinasi dengan lintas sektor, seperti Dinas Sosial dan Tenaga Kerja hingga DInas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan untuk memberikan edukasi dan membangun sistem keselamatan untuk home industri. “Segera akan kita laksanakan edukasi kepada para home industri,” ujarnya.
Sementara itu, Polres Batu sudah melakukan olah TKP di home industri milik Sandra Defian. Penyebab ledakan disebabkan saluran ketel uap berdiameter 1 dim yang dipergunakan untuk merebus kedelai.
Saluran ketel ini meledak karena pegawai yang sedang berada ditempat tidak melihat tekanan uap mencapai 80 derajat celcius. Dalam derajat tersebut, semestinya secara otomatis katub ketel tertutup karena rusak.
Juwair, pembantu Sandra tidak mengetahui kalau katub rusak, harusnya dalam posisi ini katub pembuangan uap dibuka secara manual. Namun karena yang bersangkutan tidak mengetahui, akhirnya ketel pun meledak. (dan/feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :