Dua Tahun, BFG Tingkatkan Ekonomi Lokal


BATU - Hadir di Kota Batu selama dua tahun, Batu Flower Garden (BFG) terus berkomitmen meningkatkan perekonomian lokal. Manajemen wisata yang memanfaatkan kawasan Coban Rais Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu ini juga terus melakukan inovasi sehingga kunjungan wisatawan terus meningkat. Inovasi itu seperti penambahan spot foto baru hingga kelengkapan fasilitas lainnya.
''Batu Flower Garden hadir di Batu sejak 10 Desember 2016 lalu sehingga saat ini sudah dua tahun operasi. Kami juga melakukan refleksi untuk melihat keberadaan objek wisata ini selama beroperasi sekaligus menentukan langkah ke depan. Pemberdayaan ekonomi lokal tetap menjadi hal utama dalam pengembangan wisata ini,'' ungkap Sony S, Manajer Marketing Batu Flower Garden kepada Malang Post.
Selama dua tahun, BFG cukup tenar pada media sosial, seperti instagram dan facebook. Spot foto yang diunggah manajemen maupun pengunjung pada instagram masing-masing semakin mengundang penasaran siapa saja. Tidak salah jika pengunjung cukup banyak, tidak hanya wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara.
Spot foto yang biasa diunggah pengunjung, antara lain sky tree, gowes air, love, kebun bunga, hammock, dan the hobbiton.  
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono mengakui, Batu Flower Garden sangat inovatif dalam mengembangkan wisata. Dia juga mengapresiasi manajemen BFG yang terus mengembangkan perekonomian lokal, khususnya untuk warga Desa Oro-Oro Ombo. ''Ada sekitar 450 warga Desa Oro-Oro Ombo yang terlibat langsung dan bekerja di Batu Flower Garden ini. Mereka bergerak mulai ojek, fotografer, penjaga spot, petugas tiket, keamanan, penyedia kuliner hingga oleh-oleh. Saya kira ini sangat bagus karena keberadaan tempat wisata BFG ikut meningkatkan perputaran ekonomi lokal,'' tegas Imam Suryono kepada Malang Post.
Dia menjelaskan, perekonomian warga tentu ikut meningkat dengan keberadaan objek wisata ini. Banyak rumah warga menjadi homestay dengan keberadaan BFG tersebut. Keberadaan BFG juga menjadi pemicu perekonomian lain, misalnya kafe-kafe semakin tumbuh di jalibar, jalur menuju BFG.
Mantan Camat Bumiaji ini menjelaskan, keberadaan BFG bisa menjadi perwujudan visi misi Pemkot Batu dengan jargon Desa Berdaya Kota Berjaya. Itu karena warga desa terlibat dalam kegiatan perekonomian, khususnya sektor wisata. Dia juga menginginkan desa-desa lain semakin berdaya dengan keberadaan potensi yang dijadikan objek wisata. ''Ada perputaran uang yang bisa dinikmati warga. Semua itu pasti meningkatkan perekonomian warga lokal,'' pungkas Imam. (feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :