Eddy Rumpoko Tantang Audit Proyek GOR Gajahmada


BATU - Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko meminta lembaga pengawas untuk melakukan audit keuangan proyek GOR Gajahmada. ER, sapaan akrabnya, meminta pelaksanaan audit agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli Menkopolhukam beberapa waktu lalu.
Tidak hanya meminta kepada Inspektorat Pemkot Batu untuk melakukan audit, ia mempersilakan lembaga lain, seperti BPK atau penegak hukum lainnya untuk mengaudit proyek tersebut. “Itu (audit) akan lebih bagus, biar terang benderang, agar orang tidak berkonotasi jelek. Dari pada sekarang berasumsi yang tidak-tidak. Dengan cara ini aparat hukum juga tahu bagaimana alur proyek,” ujar ER, kemarin (28/8) sore.
Lewat audit ini pula, lanjutnya, akan diketahui apakah Nugroho Widyanto (Yayan) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan dua orang pejabat lain bisa diketahui bekerja sesuai prosedur atau tidak.
Bahkan ER mengatakan, tidak hanya proyek pembangunan GOR Gajahmada saja yang bisa diaudit, namun semua proyek pembangunan di Pemkot Batu juga bisa diaudit. Karena dari hasil audit itu akan diketahui, kenapa Pemkot Batu melaksanakan sebuah proyek dan apa tujuannya.
“Sekalian begitu, lebih fair, biar tahu kerjanya bagaimana, proyek ini dibangun karena apa, dananya dari mana dan untuk apa,” ujar ER. Ia mengatakan bahwa semua proyek di Pemkot Batu melalui proses yang panjang, mulai dari perencanaan, kajian termasuk penentuan SDM yang layak.
ER mengatakan, pembangunan yang dilakukan Pemkot Batu bukan pembangunan yang asal-asalan. Baginya pengabdian pemerintah daerah dalam setiap pembangunan memiliki risiko. Karena dalam sebuah proyek pembangunan, ada yang mencaci maki, ada yang senang maupun tidak senang.  “Ada yang diuntungkan dan ada yang tidak diuntungkan. Bagi kami, yang penting kan sesuai prosedur dan niatnya melayani masyarakat,” ujar ER.
Dalam kesempatan itu, ER mengatakan bahwa selama ini Yayan bukan hanya menjadi PPK proyek pembangunan GOR Gajahmada saja, namun ia juga menangani banyak proyek besar di Kota Batu. Salah satunya termasuk pembangunan Gedung DPRD Kota Batu, Balai Kota Among Tani dan saat ini yang sedang berlangsung adalah pembangunan Pasar Batu.
 ER mengatakan, dalam OTT beberapa waktu lalu pemberinya tidak ada. “Apakah pungli, jebakan, atau paksaan, biar masyarakat dan aparatlah yang menilai,” ujarnya. (dan/han)

Berita Lainnya :