Hewan Kurban Dipasang Lebel


BATU - Dinas Pertanian Kota Batu mulai melatih sejumlah takmir Masjid pada 24 desa dan kelurahan di Kota Batu, mulai kemarin. Pelatihan dilakukan agar takmir bisa melakukan pemeriksaan hewan kurban sekaligus cara penyembelihan hewan kurban secara baik.
Melakui program ini, takmir harus bisa memberikan hewan kurban dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Dalam hari raya kurban nanti, dipastikan banyak daging kurban dibagi-bagikan kepada warga, terutama mereka yang kurang mampu.
Lestari Aji, Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan, Dinas Pertanian mengatakan pelatihan itu diberikan dalam workshop. Pemateri workshop tersebut berasal dari Dinas Pertanian dan Fakultas Kedokteran UB dengan materi pemeriksaan Ante Mortem (Sebelum penyembelihan) dan Post Mortem (sesudah penyembelihan).
"Targetnya, para takmir mengetahui pemeriksaan ante mortem dengan melihat fisik hewan qurban dan post mortem sesudah penyembelihan untuk menyaring daging yang layak untuk dikonsumsi," ujarnya.
Tidak hanya membekali para takmir, Dinas Pertanian juga melakukan pengawasan ke penjual hewan kurban secara mendadak. Jika dalam pemeriksaan ante mortem ditemukan hewan yang menderita penyakit maka pemilik hewan kurban diminta untuk tidak menjualnya.  Sebaliknya, hewan kondisi sehat langsung dipasang label layak disembelih.
Sementara dalam pemeriksaan Post Mortem, Dinas Pertanian akan mengerahkan PPL dan relawan dari perguruan tinggi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah organ dalam hewan ini aman dikonsumsi atau tidak. Biasanya ada hewan secara fisik terlihat baik, namun saat diperiksa ditemukan organ rusak.
Pantauan Dinas Pertanian, penjual hewan kurban di Kota Batu saat ini berasal dari Malang Raya, Madura, Probolinggo dan Situbondo. "Ketersediaan hewan cukup, kita terus melakukan pengawasan keluar masuk hewan kurban di kota Batu," tambah Lestari Aji. (dan/feb)

Berita Lainnya :