Jalur Klemuk Butuh Jebakan Pasir


BATU – Kecelakaan mengakibatkan satu korban tewas di Jalan Rajekwesi atau jalur alternatif  Pujon - Batu melalui Bukit Klemuk, beberapa waktu lalu menjadi perhatian Dishub Kota Batu. Dishub merekomendasikan pembangunan crush bumper atau jebakan pasir di jalur tersebut.
Hal itu ditegaskan Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Batu, Hariadi. "Pembangunan jebakan pasir sebenarnya sudah direncakan. Namun saat ini masih dalam pembahasan dengan Bina Marga sebagai leading sektor," ujar Hariadi kepada Malang Post, Selasa (11/6).
Ia menjelaskan lebih lanjut, selain pembangunan jebakan pasir Dishub juga berencana memberlakukan jalur satu arah di k. Itu artinya, jalur tersebut hanya bisa dilalui kendaraan dari arah barat atau Pujon. Selain itu juga ada pelebaran jalan dan penambahan rambu larangan kendaraan besar melewati jalur Klemuk.
‘’Jika ada jebakan pasir, sopir langsung mengarahkan kendaraan ke fasilitas ini juga mendapatkan rem blong. Kondisi itu tentu mengurangi kecelakaan dengan merenggut korban materiil maupun jiwa,’’ terangnya.
Sementara itu Kabid Bina Marga DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat menambahkan, sudah ada perencanaan membangun crush bumper sejak 2018. Namun rencana penambahan fasilitas tersebut sampai saat ini belum terealisasi.
Pihaknya siap memasang jebakan pasir untuk menghindari kecelakaan akibat rem blong karena jalur menurun tajam. "Kami siap memasang crush bumper atau jebakan pasir. Ini harus melalui pembahasan dan rekomendasi dari Forum Lalu Lintas," imbuhnya.
Jika ada rekomendasi membangun jebakan pasir, dia Bina Marga mengusulkan anggaran melalui P-APBD 2019. Sebelum membangun crush bumber, pihaknya melakukan penataan tebing.
"Crush bumper bisa dipasang di jalur kiri arah Pujon ke Batu. Kami juga akan memasang guad rail pada sisi sebelah kanan sepanjang Jalan Rajekwesi dengan panjang sekitar 1800 meter," imbuhnya.
Dishub dan Polres Batu juga telah memasang larangan kendaraan besar melewati jalur alternatif Klemuk. Kendaaran bus, truk, dan elf tidak boleh melintas di jalur tersebut mengingat sering terjadi kecelakaan. (eri/feb)

Berita Terkait