Kekurangan Daging Kelinci, Dinas Peternakan Bantu Rp 100 Juta Peternak


BATU - Dinas Pertanian Kota Batu pada tahun ini bakal memberikan bantuan budidaya kelinci kepada kelompok tani Desa Bukukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Bantuan tersebut akan diberikan satu paket senilai Rp 100 juta.
Kabid Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian Kota Batu, Lestari Aji mengatakan program pemberian bantuan satu peket tersebut berupa kandang kelinci, bibit kelinci sebanyak 108 jenis New Zealand, pakan, dan dan biogas kelinci. "Tahun ini bantuan masih sama seperti sebelumnya. Yaitu di Desa Bumiaji, Kecamatan Batu, Kota Batu yang mampu dikembangkan menjadi peternakan terintegrasi," ujar Aji kepada Malang Post, Sabtu (23/2) kemarin.
Ia menjelaskan, dengan bantuan satu paket itu, pihaknya ingin mengangkat kembali apa yang telah dicanangkan sebelumnya. Bahwa Desa Bulukerto adalah kampung kelinci. "Kami ingin hidupkan kembali potensi peternakan kelinci pedaging yang semakin berkurang. Apalagi minat masyarakat terhadap daging kelinci juga meningkat. Namun sebaliknya produksi tidak mencukupi," paparnya.
Aji menguraikan, Kota Batu yang merupakan tempat populasi kelinci pedaging tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Pasalnya dari total populasi kelinci sekitar 2000 ekor yang ada di Kota Batu masih belum dapat memenuhi permintaan pasar. "Karena itulah agar permintaan dan sesuai dengan potensi yang bisa dikembangkan. Kami memberi bantuan di Desa Bulukerto. Salah satu tujuan untuk memenuhi permintaan daging kelinci," imbuhnya.
Sementara itu, salah satu pengelola ternak kelinci yang tergabung dalam Kelompok Tani Adi Jaya, Masyhuri Ashar, S.Pt mengatakan jika Kota Batu yang merupakan tempat populasi kelinci pedaging. Meski begitu Kota Batu tak mampu memenuhi pasokan daging kelinci di daerahnya sendiri. "Untuk Kota Batu, permintaan pasar memang tinggi, namun sebaliknya untuk produksi kelinci pedaging sangat sedikit. Itu karena minimnya petani kelinci pedaging di Kota Batu saat ini," ujar Masyuri.
Peternakan yang bertempat di Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Batu, Kota Batu itu saja setiap minggunya hanya dapat memenuhi rata-rata 50 Kg. Sedangkan permintaan pasar per minggunya mencapai 1 Kwintal. Artinya hanya memenuhi separuhnya saja. "Untuk Kota Batu saja, per minggu ada 15 pelanggan yang minta. Tapi karena pasokan kurang hanya mengirim ke 3 pelanggan tetap," imbuh laki-laki yang saat ini memiliki 700 kelinci dari 108 kelinci yang bantuan Dinas Pertian Kota Batu tahun 2017 lalu. Selain itu, dengan adanya kandang kelinci terintegrasi nantinya, kotoran dari kelinci bisa diolah oleh masyarakat, baik pupuk maupun gas. (eri/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :