Kemenkumham: Info Haox Jangan Cepat Tangan Daripada Otak


BATU - Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!
Itulah kata pembuka mengutip pidato Ir. Soekarno dalam seminar seminar wawasan kebangsaan yang dibawakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Yasona H. Laoly S.H M.Sc PH.D gedung YPPI Kota Batu, Rabu (27/3).
Dalam seminar tersebut, mengangkat tema peran dan tanggung jawab mahasiswa untuk merespon masalah kebangsaan seperti menangkal informasi hoax. Hal tersebut dianggapnya bisa memecah belah persatuan NKRI. Terlebih dalam penyelenggaraan Pemilu tahun 2019.
"Indonesia terdiri dari keberagaman. Baik suku, agama, budaya hingga bahasa. Karena itu, generasi muda perlu memahami dan membaca sejarah. Di mana Indonesia dirumuskan oleh pelajar," ujar Yasona kepada tamu undangan.
Ia menjelaskan, dari latar sejarah terbentuknya Indonesia, ada peran anak muda atau pelajar. Dimulai dari tahun 1908, dengan berdirinya organisasi pemuda Boedi Uetomo, kemudian 1915 Tri Koro Darmo, 1922 dengan Perhimpunan Indonesia, dan Sumpah Pemuda pada tahun 1928.
Sejarah tersebut, diungkapnya adalah cikal bakal adanya UUD 1945 dan lahirnya Pancalisa. Yang didalamnya memiliki pesan tentang pluralnya dan heterogennya bangsa Indonesia.
Untuk itu, ia berpesan anak muda atau mahasiswa harus memahami hal tersebut. Apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini memudahkan menggali informasi tersebut. Sebaliknya juga menjadi masalah karena maraknya informasi hoax yang disebar tanpa menganalisisnya terlebih dahulu.
"Kami himbau bagi masyarakat pada umumnya dan Kota Batu pada khususnya, jangan menyebar kabar bohong. Jangan lebih cepat tangan daripada otak, analisis lebih dahulu sebelum menyebar informasi," tegasnya.
Ia mencontohkan, satu kasus hoax dengan adanya seorang yang mengubah statemen Dirjen Imigrasi tentang masuknya 1 juta tenaga asing ke Indonesia. "Disini peran media harus meluruskan dan mendidik masyarakat," imbuhnya.
Bahkan, Yasona mengatakan aparat hukum akan dengan tegas mempidanakan pelaku penyebar hoax. Karena hal itu akan memecah belah persatuan. Turut hadir dalam seminar wawasan kebangsaan Asisten 3 Bidang Administrasi Umum, Chairul Syarif Tartila, Kepala DPRD Kota Batu, Cahyo Edi Purnomo dan Wakapolres Batu, Kompol Zein Mawardi. (eri/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :