KPU Temukan 1.319 Pemilih Baru

KPU Kota Batu menyampaikan penyempurnaan DPTHP-2 tingkat Kota Batu Pemilu 2019 di Riverstone Hotel Batu pada Kamis (6/12) kemarin.
 
 
Rapat Pleno Penyempurnaan Data, Coret 231 Tak Layak
BATU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu kembali menggelar rapat pleno penyempurnaan daftar pemilih tetap hasil perbaikan-2 (DPTHP-2) tingkat Kota Batu dalam Pemilu 2019 di Riverstone Hotel Batu kemarin (6/12). 
Hasilnya ditemukan sebanyak 1.319 pemilih baru yang belum masuk DPTHP 2 dari jumlah 153.738 DPT sebelumnya.
Kenaikan jumlah DPT Pemilu 2019 itu mayoritas adalah pemilih pemula serta pemilih yang berusia sudah 17 tahun namun belum melakukan perekaman eKTP atau masih proses perekaman. Sebaliknya untuk DPTHP-2 KPU Kota Batu juga menemukan 231 pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) yang dicoret karena meninggal dunia, pindah domisili dan terdata sebagai ganda.
Sehingga saat ini pada penyempurna DPTHP-2 total pemilih dalam Pemilu serentak  yang digelar pada 17 April 2019 sebanyak 154.826 DPT. Hal itu ditegaskan oleh Komisioner KPU Kota Batu Divisi Perencanaan dan Data, Azhar Chilmi usai penyempurnaan DPTHP-2 kemarin.
"Dengan begitu sekian bulan ke depan sebelum 17 April 2019, data pemilih yang tersebar di 757 TPS sudah terdeteksi adalah temuan pemilih yang melebihi 300. Artinya hingga detik ini telah mengalami banyak pergeseran dan perubahan," ujar Azhar Chilmi kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, dari penyempurna DPTHP-2 total pemilih yang terdaftar dalam DPT sebanyak 154.826. Dengan pemilih difabel sebanyak 223 pemilih. Serta pihaknya juga mengungkapkan, PR ke depan yang perlu dicermati dalam DPTHP-2 adalah pemilih asal Kota Batu yang berada di luar negeri sebanyak 193 nama.
 
"Dari jumlah pemilih di luar negeri itulah, pada hari-hari ke depan PPS dan PPK akan melakukan coklit terbatas untuk memastikan secara akurat dan defacto, apakah yang bersangkutan masih di luar negeri atau di Kota Batu. Kalau yang bersangkutan sudah di Kota Batu akan kami minta KPU pusat mencoret DPT di luar negeri," bebernya.
Azhar menambahkan, jika yang bersangkutan masih berada di luar negeri, maka pihaknya akan menyisihkan nama-nama pemilih tersebut agar tidak mendapat aplikasi pelayanan ganda. "Prinsip kami pastikan, data pemilih luar negeri agar keakuratan dan kevalidan data harus sinkron. Semoga nanti sampai hari H tidak terlalu banyak pemilih baru. Kami belum tahu nantinya akan ada DPTHP-3. Karena data pemilih ini sangat dinamis," paparnya.
Namun yang pasti, lanjut dia, dengan jumlah pemilih yang dinamis, yang terpenting KPU Kota Batu tidak ada kegandaan, tidak invalid, dan termasuk status pemilih yang belum rekam E-KTP bisa tuntas. Dengan kisaran sekitar 400an pemilih baru. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Dispendukcapil.
Dari total 757 TPS di Kota Batu, ada 509 TPS yang mengalami penyempurnaan. Artinya TPS tersebut mengalami penyempurnaan dengan adanya DPT baru maupun DPT yang tidak memenuhi syarat. Rapat pleno DPTHP-2 kemarin juga dihadiri oleh PPK, Bawaslu, Peserta Pemilu, Perangkat Pemerintah yang diwakili oleh Dispendukcapil Kota Batu.(eri/lim)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :