KWB Health Expo, ER Boyong Rumah Sakit ke Among Tani

BATU – Warga Kota Batu dan sekitarnya langsung menyerbu KWB health expo yang dibuka di halaman Balai Kota Among Tani, Sabtu (19/8) pagi kemarin. Wali Kota Batu Eddy Rumpoko memboyong rumah sakit ke halaman balai kota. Warga langsung memanfaatkan pengobatan gratis atau fasilitas kesehatan lain tercatat 800 orang. Rencananya, expo ini digelar hingga hari Kamis 24 Agustus 2017.
Ya, jumlah tersebut belum termasuk jumlah pengunjung yang tidak memanfaatkan fasilitas pengobatan. Angka 800 orang itu hanya didapat dari pendaftaraan yang dibuka sekitar dua jam, sekitar pukul 10.00 hingga hingga 12.00. Pelayanan kesehatan ditutup pukul 13.00 sedangkan pendaftaran pasien ditutup satu jam sebelumnya untuk menghindari antrean.
‘’Pasien yang memanfaatkan fasilitas pengobatan maupun fasilitas lain cukup banyak di hari pertama ini. Itu terlihat dari jumlah pendaftaran dan setiap stan pasti terjadi antrean,’’ ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, dr Kartika Trisulandari.
Mantan Kepala Puskesmas Junrejo ini menjelaskan, jumlah pengunjung atau pasien akan lebih banyak di hari kedua. Itu karena pelayanan dimulai pukul 08.00 hingga 13.00 mengingal tidak ada lagi seremonial upacara pembukaan.
Health Expo tersebut dibuka oleh Panglima Divisi 2 Kostrad, Mayjen TNI Agus Suhardi. Hadir pula dalam pembukaan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo, Kepala BNN Kota Batu AKBP Heru Cahyo Wibowo, Wakil Wali Kota Punjul Santoso, Plt Sekda Kota Batu Achmad Suparto dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkot Batu.
Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko menekankan, pihaknya menekankan pengobatan secara tuntas dalam pelaksanaan expo tersebut. Semua orang dan mereka memiliki sakit apapun bisa datang ke arena expo itu untuk pengobatan. Mereka sekadar check up, pengobatan gigi atau melakukan konsultasi dengan psikolog juga bisa.
ER, panggilan akrabnya tidak hanya membatasi mereka berdomisili di Kota Batu untuk datang ke expo hingga melakukan pengobatan. Warga di luar Batu atau wisatawan juga boleh melakukan pengobatan. ‘’Kalau perlu dirujuk ke rumah sakit, mereka akan difasilitasi. Sedangkan biaya akan dibayarkan oleh Pemkot,’’ tegas ER, kemarin.
Menurutnya, Pemkot Batu juga melakukan penjemputan pasien hingga ke desa-desa. Makanya, mereka tidak perlu khawatir dengan transportasi karena ada kendaraan khusus.
‘’Kami berterima kasih dengan Pangdiv (Pangdiv 2 Kostrad) karena sudah memberikan fasilitas. Ide health expo ini berawal dari ngobrol santai ketika ada momen Kejurnas Karate di Kota Batu belum lama ini. Kostrad tidak hanya memiliki fasilitas persenjataan untuk perang, tetapi juga rumah sakit lapangan. Fasilitas inilah yang digunakan untuk expo,’’ tambah mantan Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang ini.
Sementara itu Panglima Divisi 2 Kostrad, Mayjen TNI Agus Suhardi menyebutkan, rumah sakit lapangan yang disediakan pada health expo tersebut mmapu menangani pasien dengan penyakit status ringan hingga sedang. Pihaknya menyediakan beberapa tenda yang digunakan sebagai fasilitas rumah sakit lapangan. Ada 15 dokter dari beberapa rumah sakit di Kota Batu ditambah dua dari Yonkes, serta beberapa perawat.
‘’Kalau pasien sakit dalam kapasitas ringan hingga sedang, langsung ditangani di sini hingga tuntas. Kalau sakit berat, ya bisa dirujuk. Di sini kan juga ada dokter dari beberapa rumah sakit,’’ tegasnya usai pembukaan, kemarin.
Pihaknya membantu Pemkot Batu dengan fasilitas rumah sakit lapangan karena memiliki fasilitas memadahi. Rumah sakit dan dokter ini sudah biasa menangani pasien dalam kendaaan darurat di berbagai daerah. ‘’Pemkot Batu ingin mewujudkan masyarakatnya selalu sehat dan kami membantu keinginan itu,’’ tegasnya.(feb/ary) 

Berita Lainnya :