KWB Health Expo, Pengunjung Makin Antusias


BATU - Antusias warga Kota Batu dan sekitarnya mengikuti KWB Health Expo di halaman Balai Kota Among Tani sangat besar. Hari kedua, Minggu (20/8) kemarin, panitia sudah menutup pendaftaran pasien sekitar pukul 10.00 atau beberapa jam sebelum pelayanan tutup, pukul 13.00.
Karena sudah pasien sudah antre di stand-stand pelayananan kesehatan. Mereka yang mendaftar setelah pukul 10.00 harus kembali datang hari ini. 
Seperti Atik, warga Desa Pandanrejo yang datang dengan beberapa tetangganya ini, disarankan oleh petugas kembali karena pendaftaran pasien sudah ditutup.
"Disarankan besok (hari ini-red) untuk kembali ke sini. Mau bagaimana lagi, ya besok (hari ini) kembali ke sini lagi kalau tidak kerja," ujar Atik.
Ditempat terpisah, Plt Sekda Kota Batu, Achmad Suparto membantah ada pembatasan jumlah pasien. "Pada prinsipnya tidak, hanya dibatasi jam pelayanan saja, sampai pukul 13.00, karena bagaimana pun juga tenaga medis dan tim dokter yang datang ke tempat ini memiliki aktifitas pelayanan kesehatan yang lain," ujar Parto, panggilan akrab Achmad Suparto.
Pembatasan waktu ini agar tidak pelayanan kesehatan ditempat yang lain yang diberikan tenaga medis atau pun dokter tidak terganggu. "Siapa pun masyarakat Batu boleh datang berobat ke tempat ini, lebih baik pagi-pagi sekali, agar cepat terlayani," ujar Parto.
Hari kedua pelaksanaan KWB Health Expo ini berbagai pelayanan kesehatan bisa dilakukan, mulai dari pelayanan pengurusan BPJS hingga sosialisasi penyuluhan penanggulangan peredaran dan penyalahgunaan narkoba oleh BNN Kota Batu ada ditempat ini.
"Semua pelayanan BPJS bisa kita layani di Expo ini. Banyak pengunjung memanfaatkan layanan untuk pindah dokter keluarga. Ada juga pengunjung konsultasi mengurus BPJS," ujar Fransisca Prasetyo, Kepala BPJS Kota Batu.
Sementara itu BNN Kota Batu melakukan edukasi terkait P4GN kepada masyarakat yang hadir dalam Expo ini. Sosialisasi yang diberikan langsung oleh Kepala BNN, AKBP Heru Cahyo Wibowo didampingi Kompol Edi HK, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Batu ini berlangsung gayeng, karena banyak masyarakat menanyakan berbagai hal yang ditemui di lapangan.
"Kita lakukan dialog langsung dengan masyarakat, memberikan pemahaman ancaman apa saja yang saat ini kemungkinan terjadi, termasuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, apa yang harus dilakukan saat ada keluarga atau orang di sekitarnya menggunakan narkoba," ujar Heru.
Dalam dialog tersebut, Heru banyak memberikan pengetahuan tentang Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang bekerjasama dengan BNN Kota Batu, termasuk mekanisme rehabilitasi para pecandu. Tidak hanya penyuluhan yang diberikan, dalam KWB Health Expo ini, masyarakat juga bisa berkonsultasi langsung di stand BNN.
Menurut Edi HK, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, pihak BNN merahasiakan isi konsultasi yang dilakukan. BNN juga mengerahkan mobil pintar, pengunjung yang ingin tes urine bisa melaksanakannya. "Tes urine gratis. Kami  tidak hanya melayani korban narkoba saja, namun juga orang sehat yang ingin memeriksakan kondisi diri dan keluarganya di tempat ini juga bisa," ujarnya. (dan/feb)

Berita Lainnya :